Ketua Umum PLN Watch Tohom Purba mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyaring informasi terkait layanan kelistrikan dan tidak mudah percaya kabar mengatasnamakan PT PLN (Persero) yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu pemadaman listrik.
Penyebaran kabar pemadaman listrik secara masif tanpa dasar yang jelas berpotensi menimbulkan keresahan luas di masyarakat. Misalnya, isu mengenai pemadaman total selama tiga hari di wilayah Jawa dan Bali telah menjadi perhatian serius di masyarakat.
“Informasi seperti ini harus disikapi dengan kepala dingin, jangan langsung dipercaya dan disebarkan, sebaiknya pastikan dulu melalui kanal resmi PLN,” kata Tohom dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, isu kelistrikan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan rumah tangga sehingga informasi yang beredar perlu dipastikan kebenarannya.
Hoaks terkait kelistrikan tidak hanya merugikan PLN secara reputasi dan operasional, tetapi juga berpotensi menganggu ketenangan masyarakat yang membutuhkan kepastian informasi.
“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah dukungan publik, bukan kepanikan yang dipicu oleh informasi palsu,” ujarnya.
Peran Kritik dan Pengawasan Publik terhadap PLNKritik terhadap kinerja PLN adalah bagian esensial dari pengawasan publik yang sehat dan demokratis. Namun, kritik tersebut perlu disampaikan secara konstruktif dengan dukungan data dan fakta yang akurat agar dapat mendorong perbaikan kualitas layanan.
Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan penjelasan resmi dan transparan apabila terjadi gangguan dalam penyediaan listrik. Namun penyebaran kabar yang tidak diambil dari sumber resmi PLN dapat memperkeruh suasana dan menyulitkan koordinasi dalam penanganan masalah kelistrikan.
“Kalau ada gangguan, tentu masyarakat berhak mendapat penjelasan, tetapi menyebarkan kabar pemadaman total tiga hari tanpa sumber resmi itu bukan bentuk kepedulian, melainkan tindakan yang bisa memperkeruh keadaan,” ucapnya.
Upaya PLN Menanggulangi Gangguan Layanan ListrikPenilaian terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional dinilai penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan sosial sehingga perlu dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan ruang informasi yang sehat.
Masyarakat turut diajak memanfaatkan kanal resmi PLN untuk memperoleh informasi layanan serta melaporkan gangguan kelistrikan yang ditemukan di lapangan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa informasi terkait pemeliharaan jaringan terencana total di wilayah Jawa dan Bali yang disebut akan menyebabkan pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut adalah informasi yang tidak benar.
Gregorius menjelaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari PLN dan tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengakses informasi layanan dan operasional ketenagalistrikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh gangguan pasokan batu bara berkalori menengah dan kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap milik Independent Power Producer yang menjadi mitra PLN.
Darmawan menambahkan bahwa pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit di Jawa mulai kembali tersedia. PLN juga terus melakukan berbagai langkah agar gangguan yang memicu pemadaman bergilir dapat segera teratasi.





