BSDE Rombak Susunan Komisaris, Tahan Laba Rp 2,5 Triliun demi Perkuat Modal

katadata.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE melakukan perombakan jajaran pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pekan lalu. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris, termasuk pergantian posisi komisaris utama perusahaan.

Dalam keputusan RUPSLB yang diselenggarakan pada Rabu (17/6) itu, pemegang saham menerima pengunduran diri Muktar Widjaja dari posisi presiden komisaris serta Michael Jackson Purwanto Widjaja dari jabatan wakil presiden direktur. Selain itu, perseroan juga memberhentikan dengan hormat Teky Mailoa dari posisi wakil presiden komisaris dan Yoseph Franciscus Bonang dari posisi komisaris.

Sebagai bagian dari penyegaran struktur manajemen, emiten anggota Grup Sinar Mas itu kemudian mengangkat Teky Mailoa sebagai presiden komisaris baru, Hongky Jeffry Nantung sebagai komisaris, serta Irhoan Tanudiredja sebagai komisaris independen. Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris BSDE hingga RUPS Tahunan Tahun Buku 2029 dipimpin oleh Teky Mailoa sebagai presiden komisaris, didampingi Teddy Pawitra, Susiyati Bambang Hirawan, Hongky Jeffry Nantung, dan Irhoan Tanudiredja.

Sementara itu, jajaran Direksi BSDE tetap dipimpin Franciscus Xaverius Ridwan Darmali sebagai presiden direktur. Posisi direktur lainnya diisi oleh Lie Jani Harjanto, Syukur Lawigena, Hermawan Wijaya, Liauw Herry Hendarta, Monik William, dan Siswanto Adisaputro.

Perubahan struktur pengurus tersebut mendapat persetujuan mayoritas pemegang saham. Sebanyak 94,45% suara menyetujui agenda perubahan susunan manajemen perseroan.

Selain perombakan pengurus, keputusan penting lain dalam RUPS Tahunan BSDE adalah terkait penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025. Meskipun membukukan laba bersih sebesar Rp 2,54 triliun, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

Dalam RUPS, BSDE menetapkan sebesar Rp 2 miliar dari laba bersih dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sedangkan sisa laba sebesar Rp 2,543 triliun akan dicatat sebagai laba ditahan.

“Sebesar Rp 2.543.380.719.106 akan dicatat sebagai laba ditahan perseroan untuk tujuan modal kerja,” bunyi keputusan RUPST BSDE mengenai penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025.

Keputusan menahan seluruh laba tersebut menunjukkan strategi perseroan untuk menjaga fleksibilitas pendanaan, terutama di tengah kebutuhan pengembangan proyek properti dan kawasan terpadu yang menjadi bisnis utama BSDE.

Sebelumnya, perseroan juga melaporkan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan pada 2025 dengan total penerbitan mencapai Rp 2,25 triliun. Dana tersebut digunakan antara lain untuk pengembangan infrastruktur BSD City serta kebutuhan modal kerja perusahaan.

Dalam RUPST 2026, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan Tahun Buku 2025, serta memberikan pembebasan tanggung jawab atau acquit et de charge kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris BSDE atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama Tahun Buku 2025.

Dengan kombinasi perubahan struktur pengawasan dan keputusan mempertahankan laba di dalam perusahaan, BSDE menempatkan penguatan modal internal sebagai fokus utama untuk mendukung ekspansi bisnis properti ke depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri Roy Suryo dan Anak Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Kubu Roy Suryo Bantah Terafiliasi Partai Politik, Singgung Jokowi yang Justru Dekat dengan PSI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Api Masih Berkobar di Belakang Pabrik Sandal Tangerang, Warga Diminta Jauhi Lokasi
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Petinggi PLN Dinilai Bertanggung Jawab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa, Dari Direksi hingga Komisaris
• 6 jam laludisway.id
thumb
Ada Dua Demo di Jakarta Hari Ini, Waspadai Potensi Macet di Lokasi Berikut
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.