Digitalisasi Jadi Motor Penggerak Baru Pariwisata Palembang

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG — Penerapan digitalisasi di sektor pariwisata dinilai tidak hanya mempermudah transaksi wisatawan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palembang untuk mengakses pembiayaan.

Di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS dinilai mampu menciptakan rekam jejak transaksi yang selama ini menjadi salah satu kendala UMKM dalam memperoleh kredit perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan Bambang Pramono mengatakan transaksi digital yang tercatat secara sistematis dapat menjadi basis penilaian lembaga keuangan terhadap kelayakan usaha.

"Misalnya wisatawan datang dari Lampung atau daerah lain kemudian UMKM menggunakan QRIS, ketika transaksi tercatat maka pelaku usaha memiliki rekam jejak yang bisa digunakan untuk memperoleh pembiayaan atau kredit," ujarnya, dikutip Senin (22/6/2026).

Menurut Bambang, digitalisasi dan pariwisata merupakan 2 sektor yang saling berkaitan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain memudahkan transaksi, teknologi digital juga dapat meningkatkan visibilitas destinasi wisata serta memperluas akses informasi bagi investor.

Baca Juga

  • Mendikbud: Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia - Belanda
  • Limbah Jadi Cuan, BPDP-Asosasi Petani Sawit Ekspor 28 Ton Lidi ke China
  • Gempa M 4,7 Guncang Sumbar Hari Ini, BMKG Jelaskan Penyebabnya

"Kita bisa menampilkan semuanya dalam website sehingga visibilitasnya ada dan bisa dilihat oleh calon investor. Mereka bisa melihat potensi investasi, proses perizinan, dan informasi lainnya secara terbuka," katanya.

Suasana salah satu tenant UMKM di Car Free Night (CFN) Atmo Kota Palembang./Bisnis-Husnul.

Meski belum ada data spesifik mengenai kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Kota Palembang, geliat sektor tersebut tercermin dari kinerja lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor tersebut tumbuh 9,36% pada triwulan I/2026, menjadi yang tertinggi di antara sektor usaha lainnya. Adapun ekonomi Palembang pada periode yang sama tumbuh 5,91% secara tahunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang M Irman mengatakan, pihaknya bersama Bank Indonesia tengah menyiapkan tim percepatan digitalisasi pariwisata guna memperluas pemanfaatan teknologi digital di industri tersebut.

Menurutnya, penggunaan transaksi digital berpotensi diterapkan lebih luas, termasuk dalam layanan perjalanan dan paket wisata.

"Tidak menutup kemungkinan ke depan untuk perjalanan wisata, paket wisata itu bisa menggunakan transaksi digital seperti QRIS. Sehingga teman-teman akan terbiasa dengan transaksi digital," ujarnya.

Irman menilai digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Palembang sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat yang terlibat dalam ekosistem wisata, mulai dari pelaku kuliner hingga penyedia jasa perjalanan.

Pemerintah dan Bank Indonesia pun terus mendorong perluasan penggunaan transaksi digital di sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah dan memperluas inklusi keuangan bagi pelaku usaha.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FAO Akui Keunggulan Pangan Indonesia: Stok Beras Melimpah dan Siap Ekspor
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Aset Negara di Kertanegara
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Berita Populer: Toyota Veloz Hybrid Mobil HEV Terlaris; Daihatsu Kumpul Sahabat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj Sumbar: 7 Haji Debarkasi Padang Masih Dirawat di Tanah Suci
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Andre Rosiade Saksikan Rekor MURI Ketan Talam Durian 1 KM di HUT Pekanbaru
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.