JAKARTA, DISWAY.ID - Iran secara tegas belum akan membuka kembali Selat Hormuz meski pembicaraan dengan Amerika Serikat mulai digelar di Swiss.
Sikap tersebut disampaikan melalui laporan Kantor Berita Tasnim yang mengutip sumber dekat tim negosiasi Iran pada Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut sumber tersebut, jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah itu akan tetap ditutup selama kesepakatan gencatan senjata di Lebanon belum dijalankan sepenuhnya.
Selain itu, Iran juga mensyaratkan adanya izin yang memungkinkan ekspor dan penjualan minyak Iran kembali berjalan sebelum mempertimbangkan pembukaan Selat Hormuz.
BACA JUGA:Iran Tutup Selat Hormuz dan Ancam Langkah Lanjutan, AS Bantah Kendali Teheran
Negosiasi AS-Iran Dimulai di SwissDi tengah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah, delegasi Amerika Serikat dan Iran memulai pembicaraan di Swiss.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani beberapa hari sebelumnya.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance tiba di kawasan Burgenstock, Swiss, untuk memimpin delegasi negaranya.
Proses mediasi juga melibatkan perwakilan dari Pakistan dan Qatar yang berupaya menjembatani komunikasi kedua pihak.
Iran sebelumnya menyatakan niat menutup Selat Hormuz setelah gelombang serangan Israel di Lebanon.
Langkah tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesepakatan damai sementara yang sebelumnya telah dibangun bersama Amerika Serikat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak mendekati jalur pelayaran tersebut.
Iran menuding Israel melakukan pelanggaran di Lebanon, sementara Amerika Serikat dianggap gagal memenuhi komitmen terkait pelaksanaan gencatan senjata.
BACA JUGA:Memanas! Iran Umumkan Tutup Selat Hormuz Lagi, Amerika Serikat Langsung Bereaksi
JD Vance Klaim Ada Kemajuan SignifikanMeski belum mengungkap detail hasil pembicaraan, JD Vance menyebut pertemuan di Swiss menghasilkan perkembangan yang cukup positif.
- 1
- 2
- 3
- »





