Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Indonesia akan kedatangan IPO baru dari sektor farmasi. Dengan kode saham EMMI, PT Esa Medika Mandiri Tbk. dijadwalkan akan efektif tercatat di bursa saham pada 8 Juli 2026.
Melansir prospektus perseroan, masa penawaran awal (bookbuilding) IPO EMMI dilaksanakan mulai 22 Juni hingga 24 Juni 2026. Kemudian, masa penawaran umum perdana saham dilaksanakan pada 2-6 Juli 2026.
Sementara itu, tanggal penjatahan dan tanggal distribusi saham masing-masing dilaksanakan pada 6 Juli dan 7 Juli 2026.
Dalam IPO ini, EMMI melepas sebanyak-banyaknya 522,85 juta saham baru ke publik. Harga penawaran yang ditetapkan perseroan sebesar Rp446 hingga Rp515. Melalui IPO ini perseroan membidik dana publik sebanyak-banyaknya sebesar Rp269,27 miliar.
Dari dana publik tersebut, perseroan berencana menggunakan Rp50 miliar untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman. Kemudian sekitar 11,8% dari dana yang diterima akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk pembiayaan belanja modal berupa pembangunan gedung pabrik Cikupa.
"Sebanyak-banyaknya 68,7% akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan antara lain pembelian barang terkait proyek serta pembelian bahan baku/persediaan," tulis perseroan dalam prospektus IPO, Senin (22/6/2026).
Baca Juga
- Mau IPO, Ini Rencana Penggunaan Dana Prodia Diagnostic Line (PRDL)
- IPO Prodia Diagnostic Line (PRDL), Pasang Harga Rp100-Rp120 per Saham
- Baru IPO, WBSA Siapkan Akuisisi Rp215 Miliar Ekspansi Logistik Laut
Apabila dana publik hasil IPO tidak mencukupi untuk memenuhi rencana tersebut, perseroan akan menggunakan kas internal dan/atau menggunakan pendanaan eksternal yang diperoleh dari bank dan/atau lembaga keuangan lainnya.
Dalam IPO ini, pihak yang menjadi penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) adalah PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia. Penjamin pelaksana efek ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap IPO EMMI.
Menilik kondisi keuangan EMMI, per 31 Desember 2025 perseroan membukukan total aset sebesar Rp564,44 miliar, terdiri dari total liabilitas sebesar Rp419,42 miliar dan total ekuitas mencapai Rp145,01 miliar.
EMMI mencatat penjualan bersih sebesar Rp454,64 miliar pada 2025. Dengan beban pokok penjualan mencapai Rp291,21 miliar, laba kotor EMMI tahun lalu tercatat sebesar Rp163,21 miliar. Laba kotor perseroan tercatat dalam tren meningkat sejak 2023.
Dari sisi bottom line, nilai laba bersih EMMI juga dalam tren pertumbuhan positif, dari Rp939,42 juta pada 2023, menjadi Rp11,01 miliar pada 2024, hingga mencapai Rp34,13 miliar pada 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





