Pemkot Surabaya: Banjir Mulai Surut, Beberapa Wilayah Terkendala Air Laut Pasang

suarasurabaya.net
13 jam lalu
Cover Berita

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyebut sejumlah wilayah Kota Surabaya yang tergenang banjir usai diguyur hujan deras sejak, Senin (22/6/2026), mulai berangsur surut.

Adi Gunita Kepala Bidang (Kabid) Drainase DSDABM Kota Surabaya mengatakan, berdasarkan pemantauan setelah pukul 09.00 WIB, sejumlah wilayah seperti Simo Kalangan dan Banyu Urip mulai surut sehingga lalu lintas kembali bergerak.

“Tadi lewat seputaran daerah Simo Kalangan itu, Banyu Urip memang sudah surut ya, dan traffic (light) lampu lintas sudah mulai bergerak kembali,” kata Adi saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin, mengonfirmasi update terkini kondisi banjir.

Untuk kawasan Simo, Adi menyebut genangan yang sempat setinggi lutut orang dewasa mulai berangsur turun. Ia mengakui kawasan tersebut memang menjadi salah satu titik yang kerap mengalami genangan saat hujan deras.

“Tadi sih Simo berangsur mulai mengalami penurunan ya, yang sebelumnya sampai satu ban mobil setinggi lutut tadi sudah berangsur-surut juga,” ujarnya.

BACA JUGA: Surabaya Banjir Senin Pagi, Pemkot Optimalkan Rumah Pompa dan Saluran

Adi menjelaskan, kawasan Simo menerima aliran air dari daerah yang lebih tinggi seperti Dukuh Pakis dan HR Muhammad. Air tersebut kemudian mengarah ke kawasan Simo dan bermuara ke Greges. Jika tidak ada tampungan di bagian atas, beban air di kawasan bawah menjadi cukup besar.

“Simo ini memang kondisi masalah di tahun-tahun sebelumnya juga. Memang rencananya di tahun 2026 memang kita lakukan penambahan kapasitas long storage salurannya. Salah satunya itu juga pembangunan shelter ya berupa bozem yang ada di Simo Hilir,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebut masih ada beberapa titik yang tergenang, di antaranya Tanjungsari, Tambak Mayor, Ngagel, Bratang, dan Jalan Kiai Tambak Deres yang proses surutnya lambat.

Menurut Adi, lambatnya proses surut di beberapa titik itu dipengaruhi kondisi pasang air laut. Kondisi itu membuat aliran air menuju saluran besar seperti Kali Greges dan Kali Jagir tidak bisa optimal karena terjadi aliran balik dari pasang air laut.

“Memang pengaruh dari pasang air laut juga. Ini pasang air laut juga nanti kira-kira surutnya kalau prediksinya setelah lepas zuhur sampai menjelang sore. Jadi kita optimalkan kalau memang sudah surut, otomatis nanti kinerja pompanya kita optimalkan kembali seperti itu,” kata Adi.

Kondisi jalan di Barata Jaya, Kecamatan Ngagel Surabaya yang masih tergenang, Senin (22/6/2026) pukul 9.30 WIB. Foto: Rudy via WA SS

Ia menjelaskan, rumah pompa tetap dioperasikan. Namun, efektivitas pemompaannya belum bisa maksimal saat air laut masih dalam kondisi pasang, karena akan terjadi backwater.

Adi menyebut, kondisi air laut sempat cukup tinggi di beberapa titik. Berdasarkan pemantauan elevasi di kawasan Rumah Pompa Greges dan Petekan, ketinggian air sempat hampir 200 sentimeter sebelum mulai turun ke kisaran 170 sampai 180 sentimeter.

“Jadi tadi memang pada waktu kita lihat elevasinya ya, elevasi yang ada di (Kali) Greges apa yang di daerah Petekan memang masih tinggi hampir 200-an ya. Tapi ini sudah mulai berangsur-angsur menurun jadi 180-170 cm,” jelasnya.

Karena itulah, DSDABM akan mengoptimalkan kembali kinerja pompa setelah air laut mulai surut. “Tetap rumah-rumah (pompa) kita jalankan, enggak bisa kita matikan. Tapi pada waktu nanti mengalami pasang surut itu baru kita optimalkan kembali,” kata Adi.

Dia menambahkan, petugas juga melakukan pengecekan saluran untuk mengantisipasi adanya sumbatan, termasuk dampak dari aktivitas proyek pembangunan di sejumlah titik.

“Kondisi Surabaya memang berada di bawah muka laut. Memang sangat bergantung sangat besar terhadap rumah pompa ya. Kalaupun sudah pasang air laut, kita ya juga memang tidak bisa apa-apa. Tapi memang kita enggak bisa berdiam diri, tetap kita lakukan pengecekan semuanya ya. Seperti tadi kondisi-kondisi saluran barangkali ada penyumbatan,” jelas Adi.

Selain mengoperasikan rumah pompa, Pemkot Surabaya juga mengerahkan mobil penyedot air dan berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mempercepat penanganan di titik-titik genangan.

“Ya, biasanya dari perangkat setempat, biasanya koordinasi dengan pihak kelurahan juga, kecamatan, koordinasi dengan teman-teman damkar, lalu bisa juga ke kami juga, kita juga ada mobil penyedot juga. Ya, kita upayakan untuk bisa mengatasi lah,” kata Adi.

Adi menyebut, beberapa mobil Damkar dan mobil penyedot air sudah diterjunkan ke sejumlah lokasi yang masih tergenang. “Penyedotan tadi ada di beberapa titik-titik ya terpantau daerah Tanjungsari, Tambak Mayor, lalu ada di daerah Kiai Tambak Deres juga, sama daerah Ngagel tadi Bratang,” lanjutnya.

Adi juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terdampak kemacetan akibat genangan di sejumlah titik. “Mohon maaf apabila pengguna jalan apa lagi mengalami kena macet juga, kita mohon maaf juga,” ucapnya. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi Berkelanjutan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PM Inggris Keir Starmer Resmi Mengundurkan Diri, Partai Buruh Siapkan Suksesor
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Sebut Ada Mantan Pejabat Tinggi yang Hambat Kasus Ijazah Jokowi, Siapa?
• 11 jam laluokezone.com
thumb
2 Demo di Jakarta Hari Ini, 4.057 Personel Polri-TNI Disiagakan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Mendiktisaintek Gandeng Imperial College Bangun 10 Universitas Medical dan Sains
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.