Eks Presiden Timor-Leste sekaligus mantan komandan gerilyawan, Francisco Guterres Lu-Olo, meninggal dunia pada usia 71 tahun. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita Timor-Leste, Tatoli, Minggu (21/6).
Tatoli menyebut Lu-Olo meninggal dunia saat menjalani perawatan medis intensif di Malaysia. Keluarga Lu-Olo juga menyampaikan kabar duka tersebut melalui akun Facebook resmi mendiang presiden.
Menurut laporan Tatoli, sebelum meninggal dunia, Lu-Olo dirawat secara intensif di RS Prince Court Medical Centre, Kuala Lumpur.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Lu-Olo yang menjalani perawatan di Kuala Lumpur. Dalam unggahan di Instagram, Anwar mengenang jasa-jasa Lu-Olo dalam memperjuangkan kemerdekaan Timor-Leste.
"Sepanjang hidupnya, ia tetap setia pada kebebasan rakyatnya dan pada pembangunan negara demokrasi," ujar Anwar.
"Malaysia turut berduka cita atas kepergiannya bersama rakyat Timor-Leste. Ia akan dikenang di sini dengan penuh hormat dan kasih sayang," sambungnya.
Dikutip dari Tatoli, Lu-Olo merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam dunia politik Timor-Leste. Semasa hidupnya, ia terlibat dalam gerakan kemerdekaan Timor-Leste dari Indonesia.
Setelah Timor-Leste berpisah dari Indonesia pada 1999, Lu-Olo memainkan peran sentral dalam membangun kembali Partai Fretilin. Ia kemudian menduduki berbagai jabatan penting, termasuk Presiden Timor-Leste pada periode 2017 hingga 2022.





