Ketua Parlemen Iran Peringatkan AS agar Berhati-hati usai Ancaman Trump

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Burgenstock: Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Teheran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Washington agar berhati-hati dalam melontarkan ancaman terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf pada Minggu, 21 Juni 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran terkait situasi di Lebanon dan Selat Hormuz.

Dalam unggahan di media sosial X, Ghalibaf mengatakan ancaman Amerika Serikat tidak akan memengaruhi sikap Iran.

“Apakah mereka tidak bertanya kepada diri sendiri bahwa jika ancaman mereka memiliki pengaruh, mereka tidak akan berada dalam kondisi putus asa seperti sekarang? Kami tidak bergantung pada ancaman Amerika,” tulis Ghalibaf, seperti dikutip dari Yeni Safak, Senin, 22 Juni 2026.

Ia juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap merespons setiap ancaman yang datang dari Washington. Trump Kembali Ancam Iran Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk segera menghentikan aktivitas kelompok-kelompok yang didukung Teheran di Lebanon.

Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila situasi memburuk.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga mengancam akan mengambil alih pengelolaan Selat Hormuz dan memberlakukan biaya transit bagi kapal yang melintas.

Selain itu, ia melontarkan peringatan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait Amerika Serikat.

Menurut laporan Fox News, Trump bahkan menyatakan bahwa Iran berisiko menghadapi konsekuensi yang lebih besar apabila memutuskan menutup Selat Hormuz. Perundingan Tetap Berlanjut Ketegangan retorika antara kedua negara terjadi ketika proses diplomatik masih berlangsung di Swiss.

Kantor berita Fars melaporkan putaran pertama perundingan empat pihak yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, dengan mediasi Qatar dan Pakistan, telah berakhir pada Minggu.

Delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Sementara delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

Pembicaraan di Burgenstock merupakan bagian dari implementasi memorandum kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pekan lalu untuk mengurangi ketegangan dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih permanen.

Meski perundingan terus berjalan, pernyataan keras dari kedua pihak menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan signifikan terkait isu program nuklir Iran, keamanan kawasan, aktivitas kelompok sekutu Iran di Timur Tengah, serta status Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Baca juga:  Menlu Iran Puji Kemajuan Diplomasi, Soroti Mekanisme Gencatan Senjata Lebanon


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY Ungkap Sikap Demokrat: Utamakan Kepentingan Nasional
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
PLN Ungkap Sistem Kelistrikan Jawa Berangsur Pulih, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi
• 14 jam laludisway.id
thumb
Kecelakaan Maut Mobil Travel dan Truk di Tol Batubara, 4 Orang Tewas Belasan Terluka
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Allo Bank dan Weverse Kerja Sama, Beli Jelly Tak Perlu Kartu Kredit
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perkuat Fondasi Sekolah Rakyat, WSBP Tuntaskan Suplai Ribuan Square Pile Tepat Waktu
• 13 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.