Sekjen Kao Kim Hourn Ajukan Lima Prioritas untuk Perkuat Kemitraan ASEAN-Tiongkok

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn mengusulkan lima prioritas strategis untuk memperkuat kemitraan ASEAN-Tiongkok di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Usulan tersebut disampaikan dalam Jakarta Forum 2026 yang digelar untuk memperingati lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Tiongkok di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Sekjen Kao, hubungan ASEAN-Tiongkok telah berkembang pesat sejak kedua pihak menjalin hubungan dialog pada 1991 hingga ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2021.

"Fondasi hubungan kedua pihak sudah kuat. Pertanyaannya sekarang adalah apa yang harus terus kita bangun di atas fondasi tersebut. Izinkan saya mengusulkan lima area prioritas," kata Sekjen Kao.

Ia mengatakan usulan tersebut muncul di tengah perubahan lingkungan global yang semakin kompleks, ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, gangguan rantai pasok energi dan pangan, serta percepatan perkembangan teknologi.

Sekjen Kao mengungkapkan ASEAN dan Tiongkok saat ini telah menjadi mitra ekonomi utama satu sama lain. Pada 2025, nilai perdagangan kedua pihak mencapai sekitar USD1 triliun, sementara investasi dari Tiongkok ke negara-negara ASEAN melampaui USD20 miliar.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan hubungan ASEAN-Tiongkok telah berkembang menjadi salah satu kemitraan paling strategis di kawasan dan bahkan memiliki dampak yang melampaui Asia Tenggara. Perdamaian dan Stabilitas Prioritas pertama yang disampaikan Kim adalah menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Ia mengapresiasi dukungan Tiongkok terhadap sentralitas ASEAN, partisipasi aktif Beijing dalam berbagai mekanisme ASEAN, serta dukungan terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Sekjen Kao juga menyoroti kemajuan perundingan Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan substantif.

"Kedua pihak terus membuat kemajuan substantif dalam negosiasi Code of Conduct dengan tujuan menyelesaikannya pada tahun ini," ujarnya.

Menurut Sekjen Kao, dialog berkelanjutan, pembangunan kepercayaan, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penyelesaian sengketa secara damai harus tetap menjadi fondasi hubungan ASEAN-Tiongkok. Transformasi Digital dan Inovasi Prioritas kedua adalah transformasi digital dan inovasi.

Sekjen Kao mengatakan ASEAN baru saja menyelesaikan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan dapat ditandatangani pada tahun ini.

Ia menyebut implementasi penuh DEFA berpotensi mendorong ekonomi digital ASEAN hingga mencapai US$2 triliun pada 2030.

Menurut dia, Tiongkok memiliki posisi strategis untuk mendukung transformasi tersebut melalui keunggulan di bidang teknologi, inovasi, infrastruktur digital, perdagangan elektronik, dan teknologi baru.

"Kerja sama yang lebih besar dalam kecerdasan buatan, manufaktur cerdas, fintech, konektivitas digital, dan perdagangan lintas batas dapat menjadi mesin pertumbuhan baru bagi kawasan," katanya.

Kerja Sama Energi dan Ketahanan Ekonomi Prioritas ketiga adalah memperkuat kerja sama energi.

Sekjen Kao mengaitkan urgensi isu tersebut dengan krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang menurutnya memperlihatkan kerentanan rantai pasok energi dan pangan global terhadap guncangan geopolitik.

Menurut dia, keamanan energi bukan lagi sekadar isu kebijakan, melainkan fondasi ketahanan ekonomi.

Karena itu, ASEAN dan Tiongkok perlu memperdalam kerja sama di bidang energi terbarukan, pembiayaan hijau, ketahanan pangan, dan ketahanan rantai pasok.

Sekjen Kao juga menyoroti pentingnya pengembangan ASEAN Power Grid sebagai jalur konkret untuk memperkuat konektivitas energi kawasan.

"Investasi tersebut bukan hanya komitmen iklim, tetapi juga pilihan strategis untuk meningkatkan daya saing jangka panjang," ujarnya. Hadapi Ancaman Transnasional Prioritas keempat adalah memperkuat ketahanan terhadap ancaman lintas negara.

Sekjen Kao mengatakan berbagai tantangan seperti kejahatan siber, penipuan daring, perdagangan manusia, perdagangan narkotika, terorisme, dan kejahatan terorganisasi tidak mengenal batas negara sehingga membutuhkan respons kolektif.

Ia menilai peningkatan pertukaran informasi, koordinasi penegakan hukum, pembangunan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman tersebut. Perkuat Konektivitas Antarmasyarakat Prioritas kelima adalah memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people connectivity.

Sekjen Kao mencatat jumlah wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke negara-negara ASEAN mencapai 21,8 juta orang pada 2025, menjadikan Tiongkok sebagai sumber wisatawan terbesar dari luar kawasan.

Selain sektor pariwisata, ia menilai pertukaran pelajar, program beasiswa, kerja sama budaya, jaringan akademik, hingga kemitraan antarkota memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan hubungan ASEAN-Tiongkok.

"Hubungan antarmasyarakat bukan sekadar pelengkap kemitraan. Inilah fondasi jangka panjang yang membuat hubungan ini tetap relevan, tangguh, dan berkelanjutan," kata Sekjen Kao.

Ia menegaskan penguatan kemitraan ASEAN-Tiongkok tidak hanya penting bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan, tetapi juga bagi pemulihan ekonomi global, ketahanan rantai pasok, keamanan energi, dan upaya menghadapi perubahan iklim.

"ASEAN dan Tiongkok memiliki peran penting dalam mendorong stabilitas dan kemakmuran global. Ini adalah peran yang tidak dapat dijalankan secara efektif oleh salah satu pihak saja," pungkasnya.

Baca juga:  Tiongkok Ingin Wujudkan Upaya ASEAN Bidik Rekonsiliasi Myanmar


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 22 Juni: Jaksel Berpotensi Hujan Petir
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Istri Roy Suryo dan Anak Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo akan Bangun 10 Universitas Kedokteran dan Sains, Gandeng Imperial College London
• 18 menit laludisway.id
thumb
No Filter! Wajah Asli Terduga Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Terbongkar
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Dipanggil Prabowo, PLN Laporkan Sistem Listrik Jawa Berangsur Pulih
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.