Gelombang unjuk rasa berskala besar secara serentak mengguncang sejumlah titik strategis di Indonesia pada Senin (22/6/2026).
Mulai dari jantung ibu kota Jakarta, pusat pemerintahan di Bali, hingga Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur, ribuan massa dari elemen mahasiswa, buruh, hingga pengusaha gizi turun ke jalan untuk menyuarakan rapor kritis serta tuntutan keberlanjutan program strategis nasional.
Aparat kepolisian di berbagai daerah pun telah disiagakan penuh guna mengantisipasi kelumpuhan lalu lintas dan potensi gesekan di lapangan.
1. Jakarta Membara: Monas dan Gedung DPR Dikepung 3.700 Personel Siaga
Ibu kota Jakarta menjadi episentrum utama dengan dua aksi demonstrasi besar di Jakarta Pusat yang memicu potensi kemacetan bagi para pengguna jalan.
Aksi Pertama (PB PMII): Dimulai pukul 10.00 WIB, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi di kawasan Silang Barat Daya Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan untuk menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional.
Aksi Kedua (Reforma Agraria): Dimulai pukul 11.00 WIB, Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI guna mendesak percepatan reformasi agraria.
"Kami mengerahkan 3.761 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, Senin (22/6/2026).
2. Bali Memutih: Aliansi BEM se-Bali Long March Tolak Kenaikan BBM
Di Bali, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali menggelar aksi unjuk rasa setelah melakukan konsolidasi di Kampus Sudirman Denpasar pada Minggu.
Massa mahasiswa dan elemen masyarakat sipil melakukan long march dari parkir timur Lapangan Puputan Renon menuju Kantor DPRD Bali.
"Kami membawa paket evaluasi isu nasional. Mulai dari jeritan kenaikan harga BBM, anjloknya nilai tukar rupiah, polemik UU Polri, deforestasi, hingga tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset," tegas Ketua BEM Universitas Udayana, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa.
Oka juga menyatakan pihaknya siap berdialog secara terbuka apabila terdapat kelompok lain yang memiliki pandangan berbeda terkait aksi tersebut.
3. Bojonegoro Bergolak: Pemilik Dapur Gizi Kerahkan Truk Kawal Program MBG
Sementara itu di Jawa Timur, sekitar 1.000 massa yang tergabung dalam Paguyuban Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Bojonegoro menggelar aksi damai untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.
1. Mobilisasi Massa dan Konvoi Truk: Terminal Rajekwesi Bojonegoro.
Sejak pukul 08.00 WIB, massa berkumpul di terminal sebelum bergerak melakukan konvoi menuju sejumlah titik di kota.
2. Pengerahan Armada Pengeras Suara: Melibatkan 12 pemilik SPPG daerah.
Sebanyak 12 pengusaha pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ikut berpartisipasi dengan mengerahkan armada truk yang dilengkapi pengeras suara.
3. Orasi Tuntutan Kejelasan Anggaran Pangan: Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro.
Massa menggelar aksi di sekitar Jalan Veteran hingga pukul 12.00 WIB guna menyuarakan aspirasi terkait kepastian regulasi dan keberlanjutan pasokan bagi dapur gizi.
Kasat Intelkam Polres Bojonegoro, AKP I Putu Suryawan, membenarkan adanya pergerakan massa tersebut. Pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan di sekitar Jalan Veteran untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan kondusif.





