Pantau - Kompetisi Nasional AI Pencitraan Asuransi Medis China mengundang institusi medis, universitas, dan perusahaan teknologi dari negara-negara ASEAN untuk berpartisipasi dalam ajang inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) yang akan berlangsung di Guangxi, China, pada Agustus hingga Oktober 2026.
Kompetisi tingkat nasional yang berfokus pada teknologi “AI + pengenalan citra” tersebut diselenggarakan bersama oleh Administrasi Keamanan Kesehatan Nasional China dan Pemerintah Daerah Otonom Zhuang Guangxi.
Ajang ini menjadi wadah pertukaran teknologi dan pengembangan solusi AI di bidang pencitraan medis dengan dukungan teknis serta peluang komersialisasi hasil inovasi.
Fokus pada Diagnosa Penyakit dan Pencitraan MedisKompetisi mengusung tema “Pencitraan Cerdas, Masa Depan Cerdas” dan mencakup delapan jalur profesional yang berkaitan dengan diagnosis berbagai penyakit, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, glioma, kanker ginjal, dan kanker tiroid.
Peserta akan mengembangkan solusi berbasis AI menggunakan berbagai jenis pencitraan medis, termasuk CT, MRI, CTA, sinar-X, dan ultrasonografi.
Penyelenggara menyediakan kumpulan data medis yang telah ditinjau dan dianotasi oleh tim ahli kesehatan untuk kebutuhan pelatihan, validasi, dan evaluasi model AI.
Seluruh data telah melalui proses anonimisasi dan perlindungan privasi guna menjaga keamanan informasi pasien.
Pada kegiatan promosi yang digelar di Hanoi, Vietnam, komite penyelenggara memaparkan aturan kompetisi, prosedur pendaftaran, serta peluang kolaborasi teknologi kesehatan antara China dan negara-negara ASEAN.
Kegiatan tersebut juga menjadi forum diskusi mengenai tren AI pencitraan medis dan penerapannya dalam layanan kesehatan.
Guangxi Siapkan Dukungan Pendanaan dan KomersialisasiSejumlah universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan medis di Malaysia sebelumnya telah menyatakan minat untuk membentuk tim dan mengikuti kompetisi tersebut.
Mereka berharap kompetisi dapat menjadi sarana memperkuat kerja sama pengembangan AI pencitraan medis antara China dan kawasan ASEAN.
Penyelenggara menyebut Guangxi memiliki keunggulan sebagai pusat kerja sama China-ASEAN karena didukung berbagai platform lintas batas, termasuk Pelabuhan Informasi China-ASEAN dan Zona Percontohan Keterbukaan Medis Internasional Fangchenggang.
Selain itu, Guangxi akan mengalokasikan dana sebesar 45 miliar yuan dalam tiga tahun ke depan untuk mendukung pengembangan industri berbasis kecerdasan buatan.
Wilayah tersebut juga menyiapkan dana industri AI senilai 10 miliar yuan untuk memperkuat penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi baru.
Pendaftaran Ditutup 15 Juli 2026Proyek pemenang kompetisi akan memperoleh dukungan pendanaan khusus dan akses prioritas dalam proses peninjauan perangkat medis Kelas II di China.
Proyek industrialisasi yang mengembangkan teknologi inti berpotensi memperoleh dukungan hingga 20 juta yuan.
Kompetisi terbuka bagi peserta dari dalam maupun luar China dengan pendaftaran daring tanpa biaya.
Babak penyisihan akan berlangsung secara daring pada 1 Agustus hingga 30 September 2026 melalui platform komputasi awan terpadu.
Babak final dijadwalkan berlangsung di Nanning, Guangxi, pada pertengahan Oktober 2026 melalui presentasi langsung dan sesi pembelaan proyek.
Penyelenggara menyatakan kompetisi ini diharapkan mampu mempercepat inovasi AI pencitraan medis serta memperkuat kerja sama kesehatan regional di kawasan ASEAN.




