Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengestimasikan peningkatan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp40 triliun sampai dengan Rp90 triliun sebagaimana yang ditargetkan pada 2027.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pada rapat kerja dengan Komite IV DPD, Senin (22/6/2026). Untuk diketahui, rentang anggaran TKD pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 yakni 2,55% sampai 2,79% terhadap PDB.
"TKD kira-kira untuk sekarang atau sementara ada peningkatan sekitar Rp40 triliun untuk daerah tapi range bisa naik sampa Rp90 triliun, tergantung diskusi RAPBN nanti. Jadi ruang itu terbuka," jelasnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Meski demikian, Purbaya menyebut pihaknya akan memastikan disiplin fiskal dengan memastikan defisit tetap berada di bawah batas 3% terhadap PDB. Sebab, dia menyebut lembaga-lembaga internasional turut mengawasi arah kebijakan pemerintah salah satunya pengelolaan APBN.
"Kami lihat keadaan anggaran seperti apa. Jangan sampai kami lewat 3%, karena kami diawasi lembaga-lembaga dunia yang melihat apakah kami bisa menjalankan kebijakan yang prudent atau enggak," tuturnya.
Di sisi lain, kebijakan TKD tahun depan akan didorong untuk optimalisasi pendapatan daerah, belanja yang berkualitas, serta mendorong pembiayaan yang kreatif sekaligus inovatif.
Baca Juga
- Purbaya Pamer Dapat Dukungan Menkeu China hingga PBOC untuk Emisi Panda Bond
- Purbaya Raih Pendanaan Proyek Pembangunan RI Rp300,9 Triliun dari AIIB di China
- Jelang Luncurkan Panda Bond, Purbaya Bertemu Menkeu hingga Bank Sentral China
Untuk diketahui, secara total belanja negara pada KEM PPKF 2027 ditargetkan pada rentang 13,62% sampai 14,8% terhadap PDB. Belanja pemerintah pusat mendominasi yakni 11,07% sampai 12,01% terhadap PDB.
Adapun pendapatan negara ditargetkan 12,01% sampai 12,40% terhadap PDB. Target ini disepakati naik oleh Panja KEM PPKF 2027 dari sebelumnya yang diusulkan 11,82% sampai 12,40% terhadap PDB.
Dengan demikian, defisit ditargetkan hanya 1,80% sampai 2,40% terhadap PDB.





