JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yakin harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax akan segera turun seiring harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.
Purbaya optismistis terbukanya peluang damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat memulihkan harga minyak dunia.
"Saya yakin, dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain akan turun sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," ujarnya, Senin (22/6/2026), sebagaimana laporan tim jurnalis KompasTV.
Ia menilai, penurunan harga minyak dunia pun akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.
Purbaya mengaku Indonesia berada dalam ujian sulit saat harga minyak dunia naik. Namun menurutnya, Indonesia sudah melewati ujian sulit tersebut.
Baca Juga: Dampak Rupiah Lemah-BBM Naik: Harga Daging Sapi Tembus Rp160.000 per Kg, Bahan Bangunan Mahal
Oleh karena itu, Purbaya mengatakan Indonesia saat ini tinggal memperbaiki kondisi yang sudah ada agar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bisa tercapai ke depannya.
Menkeu yang dilantik 8 September 2025 itu sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi demi memitigasi dampak global.
Ia pun berharap kondisi global membaik ke depannya dan harga minyak menjadi lebih rendah, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik di paruh kedua tahun ini.
Diberitakan KompasTV sebelumnya, Pertamina resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per Rabu (10/6/2026).
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- menkeu
- purbaya yudhi sadewa
- bbm
- pertamax
- bbm nonsubsidi
- harga bbm





