Bisnis.com, LOMBOK - Badan Pusat Statistik (BPS) RI memulai pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk merekam perekonomian di provinsi yang mengandalkan sektor pertanian dan pariwisata.
Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan bahwa sensus ekonomi merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di daerah secara lengkap, tanpa menggunakan APBD.
Tahun 2026, terdapat 658.000 unit usaha di NTB, naik hampir 60.000 usaha dalam 10 tahun terakhir.
“Kami tidak hanya mencatat lapangan usaha tapi juga door to door dari rumah ke rumah. Jadi, mohon dukungan pelaku usaha dan keluarga untuk membuka pintu bagi petugas kami di lapangan,” ujarnya dalam Pencanangan SE2026 di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Centre Mataram, Jumat (19/6).
Hadir dalam acara itu Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, Kepala BPS Provinsi NTB dan seluruh Kepala BPS Kabupaten/Kota se-NTB. Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi kegiatan sebagai wujud dukungan bersama dan kolaborasi terhadap pelaksanaan SE2026 di Bumi Gora.
Menurut Sonny, SE2026 yang akan berjalan pada 15 Juni-31 Agustus akan merekam perekonomian NTB secara menyeluruh, termasuk sektor pertanian yang juga menjadi andalan.
Pada 2025, produksi padi NTB menjadi yang kedua tertinggi di kawasan Indonesia tengah dan timur dengan pertumbuhan pesat hingga 14,51 persen.
Dalam beberapa tahun terakhir, NTB juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru menyusul kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi Moto GP.
Sonny melanjutkan keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh kinerja petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha serta dukungan penuh pemerintah daerah. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat lewat satu kata sederhana, yaitu “TIR”: Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga.
Sonny juga mengingatkan seluruh petugas sensus untuk memastikan tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewat serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan.
“Pastikan jangan ada yang terlewat, semua harus dicacah. Pastikan semua data akurat. Jangan ada yang terlewat, data akurat,” pesan Sonny.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa data ekonomi yang berkualitas merupakan fondasi bagi perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama,” jelasnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang akurat sesuai kondisi sebenarnya.
Semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan SE2026 ditunjukkan melalui penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Wakil Kepala BPS RI, Gubernur NTB, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB.
Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan SE2026 juga ditunjukkan melalui penandatanganan deklarasi oleh para bupati dan wali kota sebagai bentuk kesiapan menyukseskan pendataan di wilayah masing-masing.
Pencanangan SE2026 di NTB berlangsung makin semarak dengan penampilan peresean, seni bela diri tradisional masyarakat Sasak yang menjadi salah satu ikon budaya daerah.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menyampaikan apresiasinya atas semangat jajaran BPS dalam menyelenggarakan SE2026.
“Kami di Komisi X salut dan bangga kepada BPS, khususnya BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalankan amanah undang-undang, ditengah efisiensi, penajaman dan pengurangan anggaran. Sebagai mitra BPS di Komisi X, kami mendukung BPS dalam menjalankan amanah undang-undang,” ucapnya.





