Bisnis.com, PADANG — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatra Barat menyebutkan bahwa usai pelaksanaan haji 2026, perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab terhadap kondisi bencana alam yang melanda Ranah Minang semakin menguat.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumbar, M. Rifki, mengatakan bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab disalurkan melalui Zayed Foundation dengan nilai mencapai Rp660 juta. Dana tersebut diberikan kepada 33 jemaah haji Sumbar yang terdampak bencana alam pada akhir 2025.
“Alhamdulillah, setelah tuntas melaksanakan ibadah haji, ternyata ada bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation, yang diperuntukkan bagi jemaah terdampak bencana. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian ini,” katanya, Senin (22/6/2026).
Dia menjelaskan, dari total bantuan Rp660 juta tersebut, masing-masing dari 33 jemaah menerima Rp20 juta.
“Jadi bantuan tersebut merupakan bagian dari program solidaritas Zayed Foundation yang menyalurkan dana sebesar 192.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,24 miliar yang menyasar 162 jemaah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” jelasnya.
Dia menambahkan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap jemaah yang tetap bersemangat menunaikan ibadah haji meskipun sempat terdampak musibah.
Baca Juga
- Penanganan Pascabencana Aceh dan Sumatra Tembus Rp100 Triliun, Masuk Tahap Pemulihan Permanen
- Penanganan Sawah Terdampak Bencana di Sumbar Lamban, Mentan Ancam Tarik Anggaran
- Pemkab Aceh Tamiang Percepat Relokasi Korban Bencana dari Pengungsian
“Jadi, di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada para jemaah haji yang terdampak,” ucap dia.
Rifki mengatakan, Zayed Foundation meminta data jemaah haji yang menjadi korban bencana dan berangkat pada musim haji tahun ini. Mereka menilai para jemaah tetap memiliki semangat tinggi untuk menunaikan ibadah meski menghadapi berbagai kesulitan akibat musibah.
“Mungkin mereka melihat ada jemaah yang tetap berjuang berangkat haji di tengah kondisi yang tidak mudah. Ada yang terdampak secara ekonomi, ada yang kehilangan harta benda, tetapi semangat hajinya tetap tinggi. Itu yang diapresiasi oleh Uni Emirat Arab,” kata Rifki.
Dia menjelaskan, proses penyaluran bantuan diawali dengan pengusulan calon penerima. Sebanyak 33 jemaah asal Sumbar dinyatakan memenuhi kriteria dan seluruhnya menerima bantuan. Dana tersebut telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing jemaah.
“Alhamdulillah seluruh jemaah yang diusulkan dari Sumbar lolos dan menerima bantuan. Masing-masing memperoleh Rp20 juta dan semuanya sudah ditransfer langsung ke rekening jemaah,” katanya.
Secara nasional, bantuan ini diberikan kepada 162 jemaah haji dari tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para jemaah.
“Ini menunjukkan bahwa semangat dan perjuangan para jemaah mendapat perhatian dari saudara-saudara muslim di negara lain. Semoga menjadi penyemangat bagi jemaah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tutupnya.





