LONDON, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Inggris Raya Keir Starmer mengumumkan mundur dari jabatannya, Senin (22/6/2026). Starmer mundur dari posisi ketua Partai Buruh dan secara otomatis meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri.
Starmer mundur dari jabatannya setelah dua tahun menjabat. Politikus berusia 63 tahun itu mengaku akan menjabat sebagai perdana menteri interim hingga Partai Buruh memilih pemimpin baru.
"Partai saya mempertanyakan apakah saya adalah sosok yang tepat memimpin kami dalam pemilu selanjutnya," katanya, dikutip Associated Press.
"Saya telah mendengar jawaban dari partai parlementer saya tentang pertanyaan itu dan saya menerima jawabannya dengan besar hati."
Baca Juga: Kerahkan Pasukan Elite, Inggris Tahan Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia di Selat Channel
Keir Starmer menjadi PM Inggris Raya keenam yang mundur dalam kurun satu dekade terakhir.
Sebelumnya, Starmer diketahui mendapat tekanan dari internal partai akibat menurunnya popularitas Partai Buruh. Popularitas Partai Buruh dilaporkan anjlok sejak kemenangan telak di Pemilu 2024.
Pemerintahan Starmer kesulitan memenuhi janji kampanye, terutama terkait pertumbuhan ekonomi dan meringankan biaya hidup. Ia juga terseret sejumlah kontroversi beberapa bulan belakangan.
Starmer sebelumnya ramai dikecam usai menunjuk Peter Mandelson sebagai Dubes Inggris Raya untuk AS. Mandelson diketahui memiliki rekam jejak kontroversial dan berteman dengan pedofil AS, Jeffrey Epstein.
Baca Juga: PM Inggris Keir Starmer Ogah Terlibat Blokade Militer AS Ke Iran, Fokus Hanya Dibukanya Selat Hormuz
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- keir starmer
- keir starmer mundur
- perdana menteri inggris mundur
- perdana menteri inggris raya
- inggris
- PM Inggris





