jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai Indonesia perlu mempertimbangkan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Bagi Anwar Abbas, hal itu jika pemerintah benar-benar serius memberantas tindak pidana tersebut.
BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Presiden Panggil Purbaya, Akan Ada Efisiensi MBG, Terkumpul Rp1,09 T dari Lelang Aset Koruptor
Menurut Anwar, terungkapnya berbagai kasus tersebut menimbulkan keprihatinan publik karena Presiden Prabowo Subianto berulang kali menyampaikan komitmennya memberantas korupsi secara tegas.
"Bahkan Presiden Prabowo pernah menyatakan akan mengejar para koruptor sampai ke Antartika maupun Gurun Sahara."
BACA JUGA: Aset Koruptor Nyoman Suwarjana Dilelang Jaksa, Ada Properti Mewah
"Namun, mengapa masih ada pejabat yang berani melakukan tindakan seperti itu?" kata Anwar dalam keterangannya, Senin (22/6).
Anwar berpendapat salah satu penyebab masih maraknya praktik korupsi ialah para pelaku tidak lagi memiliki rasa takut terhadap konsekuensi yang akan diterima.
BACA JUGA: Anwar Abbas: Ekspor SDA Indonesia Besar, tetapi Rakyat Masih Banyak yang Miskin
Dia mengutip pandangan almarhum Prof. Salim Said yang pernah menyatakan bahwa sebagian pelaku korupsi tidak hanya tidak takut kepada pemimpin, tetapi juga tidak takut kepada Tuhan.
"Hal itu terlihat dari masih dilakukannya perbuatan yang jelas-jelas dilarang oleh ajaran agama," ujarnya.
Menurut Anwar, kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai keimanan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip moral yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, dia menilai hukuman yang lebih berat perlu dipertimbangkan agar menimbulkan efek jera sekaligus mencegah orang lain melakukan tindakan serupa.
"Jika kita tidak pernah berani memberikan hukuman yang benar-benar menimbulkan efek takut, praktik korupsi akan terus berulang dan makin merajalela seperti yang kita saksikan saat ini," kata Anwar.
Dia menegaskan penerapan hukuman mati bagi koruptor layak dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya luar biasa untuk memberantas kejahatan korupsi. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pendapat Buya Anwar Abbas soal Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra




