JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam merespon langkah Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate menjadi di kisaran 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Kamis (18/06) lalu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia turut menyambut baik langkah tersebut menjadi akan kunci menghadapi tantangan ekonomi global.
Dalam penuturannya, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan bahwa kenaikan suku bunga yang dilakukan BI memang ditujukan untuk menjaga stabilitas tersebut.
BACA JUGA:Roy Suryo dan dr Tifa Dibebaskan, Surat Penangguhan Penahan Diterima Kejaksaan
"Kami optimistis bisa melewati situasi ini. Tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat," ucap Anindya kepada Disway, pada Senin (22/06).
Melanjutkan, Anindya juga menambahkan bahwa dalam mendukung langkah ini, Kadin siap bersinergi dengan BI hingga tingkat daerah mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan investasi, ekspor, hilirisasi, dan penguatan UMKM.
"Kami melihat optimisme tetap ada. Tantangan memang besar, tetapi peluang juga terbuka lebar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, perbankan, dan dunia usaha, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi," ujar Anindya.
BACA JUGA:Juara Europa League 'Aston Villa' Tantang Timnas Indonesia Agustus Ini
Di sisi lain, Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar turut menjelaskan bahwa perekonomian dunia masih menghadapi ketidakpastian tinggi, meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara pada 14 Juni 2026.
Dalam hal ini, gangguan logistik global, ketegangan geopolitik, serta masih tingginya harga sejumlah komoditas strategis diperkirakan menekan pertumbuhan ekonomi dunia.
Dengan kondisi ini, Firman mengungkapkan bahwa BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi sekitar 3,0 persen pada 2026 dari 3,4 persen pada tahun sebelumnya, sementara inflasi global diproyeksikan meningkat menjadi 4,4 persen.
“Tekanan eksternal tersebut menjadi tantangan bagi seluruh emerging markets, termasuk Indonesia,” ucap Firman.





