Kecelakaan Tragis Mobil Tabrak Rumah Orang, 1 Tewas di Tempat

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sebuah mobil Tesla terbakar saat protes menentang KTT G7 mendatang di Evian-les-Bains, Prancis, di Jenewa, Swiss, 14 Juni 2026. (REUTERS/Umit Bektas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fitur autopilot yang ada dalam Tesla merenggut nyawa. Dalam sebuah kecelakaan di Texas, mobil yang melaju dengan fungsi tersebut menabrak rumah dan seorang wanita yang ada di dalamnya.

Mobil Tesla Model 3 dikemudikan oleh Michael Butler dengan sistem bantuan pengemudi otomatis. Menurut otoritas setempat, mobil itu keluar dari jalan raya dan menabrak rumah dengan kecepatan tinggi.


Nahas, Martha Avila (76) yang tengah bediri di ruang depan ikut tertabrak. Dia sempat dibawa dengan helikopter medis ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Pihak berwenang tak menyebut kecepatan mobil itu. Evaluasi masih dilakukan untuk mengetahui alasan kendaraan tidak bisa mengendalikan kecepatannya.

"Kami masih mengevaluasi apa yang menyebabkan mobil gagal mengendalikan kecepatannya sebelum kecelakaan," kata Sersan Alex Turman dari kantor Sheriff Harris County dikutip dari New York Times, Senin (22/6/2026).

Pilihan Redaksi
  • Orang Indonesia Lebih Kaya dari Elon Musk, Begini Datanya
  • Alasan Elon Musk Pindah dari Taiwan ke Korea Selatan
  • Raja Ojol Tutup di RI, Sekarang Menggila Bawa Kiamat Driver Online

Buttler disebut tidak memiliki tanda mabuk dan kooperatif selama penyelidikan. Namun tidak diketahui keadaannya, termasuk apakah mengalami cedera dari kecelakaan itu.

Sebagai informasi, Tesla dibekali fungsi autopilot. Namun dalam buku panduan, pengemudi harus tetap memegang kemudi dan mengambil alih saat terjadi sesuatu saat kednaraan melaju.

Akibat fungsi autopilot, Tesla juga pernah menarik lebih dari dua juta kendaraan pada 2023. Saat itu, regulator federal setempat mengatakan produsen mobil belum melakukan upaya yang cukup memastikan pengemudi tetap waspada saat menggunakan software.

Serangkaian kecelakaan juga pernah terjadi karena autopilot milik Tesla. Sebelumnya seorang pria pernah meninggal pada 2018 dan menyalahkan software tersebut, membuat Tesla diseret ke meja hijau dan baru menyelesaikan gugatan pada 2024.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Komdigi Dorong Hilirisasi Mineral Kritis Demi Kedaulatan Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Diskon Tarif Transportasi pada Periode Libur Sekolah dan Nataru
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kisah Novi, Bocah 12 Tahun di Depok Dapat Ranking 10 di Kelas Meski Kerap Ngamen
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
BMW Listrik Diamuk Massa di Kebon Jeruk, Polisi: Sempat Tabrak Pemotor di Meruya
• 10 jam laludisway.id
thumb
PM Inggris Keir Starmer Resmi Mengundurkan Diri, Partai Buruh Siapkan Suksesor
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Stagnan Rp 2.668.000/Gram, Galeri24 Rp 2.649.000/Gram
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.