Dirjen Imigrasi hadiri DGICM di Kamboja

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin delegasi Indonesia menghadiri pertemuan ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions (DGICM Plus) ke-29 di Siem Reap, Kamboja, pada 22–26 Juni 2026.

Hendarsam mengatakan forum tahunan tersebut diikuti para direktur jenderal imigrasi dan kepala urusan konsuler negara-negara ASEAN serta delegasi dari Australia, Jepang, dan China.

“Ya, sore ini saya ke Kamboja menghadiri DGICM. Ini seperti konferensi dirjen imigrasi ASEAN Plus yang juga dihadiri Australia, Jepang, dan China,” kata Hendarsam di Jakarta, Senin.

Menurut dia, forum tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin otoritas imigrasi untuk bertukar informasi, pengalaman, dan teknologi, sekaligus membahas berbagai isu kejahatan lintas negara seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tindak pidana penyelundupan migran (TPPM), serta penipuan daring lintas negara.

Selain itu, forum juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian di masing-masing negara.

Baca juga: Imigrasi pastikan evaluasi internal sudah dilakukan usai kasus korupsi

Hendarsam mengatakan Indonesia akan memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus membahas isu penipuan daring internasional yang dalam beberapa tahun terakhir marak terjadi di kawasan Asia Tenggara.

“Pasti itu (isu scamming) akan menjadi salah satu pembahasan,” ujarnya.

Ia menambahkan capaian keimigrasian Indonesia saat ini termasuk yang terbaik di kawasan ASEAN, meski terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan pengawasan keimigrasian.

Melalui forum DGICM, Indonesia juga dapat memperkuat koordinasi, konsultasi, dan pertukaran praktik terbaik dengan negara-negara peserta terkait perkembangan teknologi dan tata kelola keimigrasian.

Pada pertemuan DGICM tahun sebelumnya di Brunei Darussalam, Indonesia menegaskan komitmennya dalam pencegahan tindak pidana penyelundupan migran di kawasan ASEAN.

Baca juga: Komisi XIII DPR dorong digitalisasi terintegrasi sistem imigrasi

Indonesia juga memaparkan keberhasilan pengungkapan rute penyelundupan manusia melalui kerja sama aparat penegak hukum nasional dan internasional.

Selain itu, Indonesia memperkenalkan sejumlah inovasi keimigrasian, antara lain pemanfaatan gerbang perlintasan otomatis (autogate) dan kecerdasan artifisial (AI) untuk mempercepat pemeriksaan keimigrasian sekaligus memperkuat pengawasan.

Di bidang intelijen keimigrasian, Indonesia turut memperkenalkan program Desa Binaan Imigrasi sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mencegah praktik penyelundupan migran dan tindak pidana perdagangan orang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan Minta PLN Transparan soal Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
3 Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Dana Syariah Indonesia Segera Disidang
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Said Iqbal: Hengkang dari RI, Perusahaan Otomotif Jepang Pindah ke Vietnam
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Megawati Silaturahmi dengan Tokoh Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Prancis Catat Malam Terpanas Sejak 2019, Puluhan Wilayah Berstatus Siaga Merah
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.