Bisnis.com, BATAM — Kinerja keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga 22 Juni 2026 menunjukkan tren yang positif. Hal ini tecermin dari pertumbuhan realisasi penerimaan pajak dan belanja entitas tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam tercatat mencapai Rp899,23 miliar atau 36,73% dari target tahunan. Angka ini meningkat 19,93% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi belanja BP Batam mencapai Rp546,75 miliar atau tumbuh 19,64% dari periode yang sama tahun 2025 lalu.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menjelaskan bahwa peningkatan PNBP ini mencerminkan aktivitas investasi dan ekonomi yang terus berkembang di Kota Batam.
Sementara itu, kenaikan realisasi belanja menunjukkan percepatan pelaksanaan program pembangunan dan layanan publik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan pelaku usaha maupun masyarakat.
“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam makin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam makin baik dan optimal. Kami ingin mengoptimalkan penggunaan PNBP ini sehingga percepatan program pembangunan infrastruktur bisa terselesaikan dengan optimal,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Baca Juga
- BP Batam Gandeng BRIN Perkuat Ketahanan Air dan Dorong Industri Hijau
- Investasi Meningkat, BP Batam Biayai Pembangunan dari PNBP
- BP Batam Rayu Bakrie Group Investasi Energi Lewat Potensi Pelabuhan
Amsakar juga memaparkan BP Batam memperoleh pagu indikatif 2027 sebesar Rp2,43 triliun yang seluruhnya bersumber dari PNBP.
Pagu tersebut terdiri atas Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,09 triliun dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,34 triliun.
Namun, melihat kebutuhan dan sejumlah tantangan, Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengusulkan rekomposisi anggaran 2027. Usulan tersebut mencakup pergeseran Rp131,26 miliar atau sekitar 5% dari Program Dukungan Manajemen ke Program Pengembangan Kawasan Strategis.
Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan porsi belanja modal produktif dibandingkan belanja operasional. Dengan begitu, anggaran diharapkan lebih berdampak langsung pada pembangunan kawasan, peningkatan layanan publik, dan penguatan iklim investasi.
Penguatan anggaran pembangunan tersebut akan difokuskan pada pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, infrastruktur lingkungan seperti instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, serta peningkatan konektivitas darat termasuk drainase dan infrastruktur jalan.
Menurut Amsakar, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi BP Batam untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan investor sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
Melalui rekomposisi anggaran itu, BP Batam berharap pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih cepat, iklim investasi makin kompetitif, serta kontribusi Batam terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional meningkat.
“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran Tahun 2027,” kata dia.





