Pelalawan: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui tim Resor KSDA Kerumutan Tengah melakukan penanganan terhadap kemunculan Beruang Madu (Helarctos malayanus) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tim Balai Besar KSDA Riau sebelumnya mendapat laporan dari Lurah Kerumutan, terkait kemunculan Beruang Madu di sekitar pemukiman warga di Kelurahan Kerumutan.
Sebagai salah satu langkah penanganan untuk mengatasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar dilakukan pemasangan Kandang jebak (box trap), pada 30 Mei 2026. Dari hasil pemantauan Tim dilapangan pada 19 juni 2026 Beruang Madu tersebut berhasil masuk kedalam kandang jebak yang telah terpasang.
Baca Juga :
Kemunculan Harimau di Kerinci, Warga Diimbau Tidak Berladang Sendirian"Dan Satwa juga terlihat aktif dan agresif serta sangat terlihat sifat liarnya sehingga tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran ke habitatnya yang jauh dari pemukiman," kata Supartono, Senin malam, 22 Juni 2026.
BBKSDA Riau evakuasi beruang madu. (MI)
Dia menuturkan, proses evakuasi di lapangan dilakukan bersama masyarakat, pihak kelurahan, serta Bhabinkamtibmas. Pihaknya mengimbau masyarakay untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri maupun satwa.
"Segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan Beruang Madu di sekitar pemukiman masyarakat," pesan dia.
Ia mengungkapkan, melalui upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu, diharapkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir. Sekaligus menjaga kelestarian Beruang Madu sebagai salah satu satwa yang dilindungi.
"Mari bersama-sama kita jaga kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keamanan ruang hidup masyarakat," pungkasnya.




