Jakarta, VIVA – Di tengah proses pemulihan yang masih dijalani, korban penyekapan di bandung, YTR, akhirnya muncul dan berbicara langsung dalam sebuah video call bersama Denny Sumargo. Percakapan singkat namun penuh emosi itu mengungkap kondisi terkini korban sekaligus harapan yang masih ia pegang setelah melewati masa-masa yang sangat berat.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh dalam perbincangan keluarga YTR bersama Denny Sumargo. Untuk pertama kalinya, publik mendengar langsung suara korban yang selama ini diduga mengalami penyekapan dan berbagai bentuk kekerasan selama kurang lebih tiga tahun.
Dalam video call tersebut, Denny Sumargo menanyakan kondisi YTR saat ini. Meski masih menjalani perawatan medis, YTR mengaku kondisinya perlahan membaik setelah kembali bertemu dengan keluarganya.
“Alhamdulillah sekarang sudah menjadi lebih baik lagi semenjak bisa ketemu sama orang tua dan masih dirawat di rumah sakit juga,” ujar YTR kepada Denny Sumargo yang dikutip pada Selasa, 22 Juni 2026.
Bagi YTR, bisa kembali berkumpul dengan keluarga menjadi salah satu hal yang paling berharga setelah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan orang-orang terdekatnya.
“Sekarang aku merasa tenang karena sudah ketemu orang tua,” katanya.
Namun di balik rasa syukur tersebut, kondisi fisik YTR masih memerlukan perhatian serius. Saat berbincang dengan Denny Sumargo, ia mengungkapkan sejumlah luka yang hingga kini masih dirasakannya.
“Sekarang kondisinya kakinya bekas dipukul terus matanya gak bisa lihat, telinganya sobek. Sekarang kondisi aku (gak bisa bayangin) iya,” ungkapnya.
Keterangan tersebut sejalan dengan pengakuan keluarga yang sebelumnya menjelaskan bahwa YTR mengalami berbagai luka serius di tubuhnya. Salah satu kondisi yang paling mengkhawatirkan adalah gangguan penglihatan akibat kerusakan pada bagian mata.
Meski harus menghadapi kenyataan pahit tersebut, YTR tetap menyimpan harapan untuk masa depannya. Saat berbicara dengan Denny Sumargo, ia mengungkap keinginan sederhana yang membuat banyak orang tersentuh.
“Pengen lihat lagi matanya om, pengen bisa kerja, ya kalo gak bisa kerja ya saya bisa jualan di rumah gitu kan bisa bantu orang tua,” ujarnya.





