SURABAYA, KOMPAS.TV - Memasuki masa libur sekolah 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk tidak bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.
Imbauan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, mengingat meningkatnya aktivitas anak di luar rumah selama masa libur sekolah.
Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Reynold Parulian Napitupulu mengatakan jalur rel bukan tempat bermain karena kereta api memiliki kecepatan tinggi dan tidak dapat berhenti secara mendadak.
“Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan tempat bermain. Masyarakat harus menjaga jarak aman dan tidak beraktivitas di area rel,” kata Reynold dalam siaran persnya, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Diskon 30 Persen Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat Selama Libur Nataru 2026/2027
Menurutnya, selama libur sekolah kerap ditemukan aktivitas berbahaya seperti bermain layang-layang, bersepeda, hingga berfoto di sekitar rel. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, KAI menyoroti maraknya aksi vandalisme dan pelemparan batu ke arah kereta api yang masih terjadi di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.
Tindakan tersebut dapat merusak fasilitas, mengganggu operasional perjalanan, hingga membahayakan penumpang dan petugas di dalam kereta.
Dia mengatakan KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan 72 kegiatan sosialisasi keselamatan di sekolah, perlintasan sebidang, serta kawasan sekitar jalur rel sepanjang tahun 2026.
“Kami mengajak masyarakat menghentikan segala bentuk vandalisme dan pelemparan. Ini bukan kenakalan biasa, tetapi berpotensi fatal,” ujar Reynold.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- larangan main rel kereta api
- rel kereta api
- vandalisme kereta api
- kai daop 8 surabaya
- vandalisme
- PT KAI





