JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, berujung ricuh pada Senin (22/6/2026)
Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 17.05 WIB, tepat di depan gerbang utama kompleks parlemen.
Sebelum situasi memanas, massa aksi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi simbolis.
Baca juga: Demo Mahasiswa Ricuh di Depan Gedung DPR, Massa-Polisi Saling Pukul
Mereka membakar ban dan sebuah keranda kayu sebagai bentuk protes.
Kobaran api kemudian menjadi pusat perhatian massa.
Para peserta aksi membentuk lingkaran besar mengelilinginya sambil meneriakkan yel-yel perjuangan dan membacakan Sumpah Mahasiswa.
Tak lama berselang, massa mulai memperlebar barisan hingga menutup sebagian ruas Jalan Gatot Subroto.
Aksi blokade tersebut membuat arus kendaraan di depan Gedung DPR RI terhambat.
Baca juga: Massa Demo Mahasiswa Bakar Keranda di Gedung DPR, Sebut Simbol Matinya Hati Nurani Negara
Situasi memanas
Situasi semakin memanas ketika petugas kepolisian berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Semburan serbuk dari APAR menyebar ke udara dan menimbulkan rasa perih di mata serta hidung.
Sejumlah mahasiswa berlarian menjauh untuk menghindari paparan serbuk tersebut, sementara sebagian lainnya tetap bertahan di garis depan dan terlibat saling dorong dengan aparat.
Di tengah ketegangan, seorang peserta aksi mengaku dipukul oleh polisi dan sempat hendak membalas.
Di sisi lain, seorang anggota kepolisian juga mengaku lebih dahulu menjadi sasaran pukulan.
Suasana kian ricuh ketika sejumlah botol melayang ke arah barikade polisi.