Sanksi Minyak Dicabut AS, Iran Bantah Pengawas Nuklir Akan Inspeksi

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Washington: Pemerintahan Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk sementara mencabut sanksi minyak terhadap Iran.

Pengumuman pada Senin 22 Juni 2026 itu adalah sebuah perubahan besar dalam kebijakan AS yang dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi Iran setelah bertahun-tahun harus menjual dengan harga diskon kepada pembeli yang berisiko melanggar aturan Amerika Serikat.

Setelah sesi pertama perundingan perdamaian di Swiss, Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa Teheran telah setuju untuk mengundang inspektur PBB kembali ke situs nuklir Iran, meskipun pernyataan dari pemerintah Iran tidak memperjelas kesepakatan tersebut.

Penangguhan sanksi selama 60 hari akan memungkinkan Iran untuk meningkatkan ekspor minyak dan menetapkan harga pasar, memperluas pasar untuk minyak Iran. Hal ini juga akan memberikan akses yang lebih besar kepada negara tersebut terhadap mata uang Amerika dengan mengizinkannya untuk bertransaksi dalam dolar AS dan menjual kepada importir Amerika.

Pencabutan sanksi dan prospek kehadiran inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Iran mencerminkan bagian-bagian penting dari kesepakatan nuklir era Obama yang dibatalkan oleh Presiden Trump pada tahun 2018.

Sejalan dengan diplomasi yang berjalan tidak menentu, kedua pihak membingkai masalah inspektur dengan cara yang sangat berbeda, sehingga detail langkah selanjutnya masih belum jelas. Presiden Trump memujinya sebagai pencapaian yang jelas, menulis di media sosial bahwa Iran "akan setuju untuk melakukan Inspeksi Senjata Utama."

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada media pemerintah Iran bahwa Iran belum membuat "komitmen baru" terkait inspeksi nuklir.

“Setiap keterlibatan dengan inspektur PBB akan berlangsung berdasarkan prosedur yang ada dan tidak jelas apakah itu berarti kembali ke inspeksi terbatas yang diizinkan Iran hingga tahun lalu atau sesuatu yang lebih menyeluruh,” tegas Baghaei, seperi dikutip dari The New York Times, Selasa 23 Juni 2026.

IAEA tidak segera menanggapi klaim yang saling bertentangan tersebut.

Iran mulai membatasi inspeksi fasilitas nuklirnya setelah Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan tahun 2015 dan hampir mengakhirinya tahun lalu setelah beberapa lokasi tersebut dihantam oleh serangan AS dan Israel. Iran telah lama bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil.

Setelah menarik diri dari kesepakatan tersebut, Presiden Trump juga memberlakukan kembali sanksi terhadap industri minyak Iran untuk memutus jalur ekonomi Teheran. Gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang mendorong pemerintahan untuk memberikan penangguhan singkat awal tahun ini sebelum AS memberlakukan blokade yang bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran.

Wakil presiden menyatakan negosiasi tersebut sebagai "fondasi yang sangat baik" untuk kesepakatan yang langgeng guna mengakhiri perang yang dimulai Amerika Serikat dan Israel pada bulan Februari. Gencatan senjata yang ditandatangani pekan lalu memberi waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan tersebut, meskipun periode tersebut dapat diperpanjang.

Para pemimpin delegasi -,Vance dan Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua Parlemen Iran,- berangkat setelah sesi negosiasi maraton yang dimulai pada Minggu, yang dimediasi oleh pejabat Qatar dan Pakistan. Para mediator mengatakan pada hari Senin bahwa pembicaraan awal telah berakhir dengan "kemajuan yang menggembirakan."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Kembali Normal, Iran Pastikan Jalur Minyak Dunia Dibuka Penuh
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kejari Jaksel Menangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PLN: Sistem kelistrikan berangsur normal di Situbondo dan Bondowoso
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Simak Kisaran Harga Toyota Hiace Bekas
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
7 Tempat Rahasia Sakura School Simulator Populer 2026, Dijamin Lokasinya Tersembunyi
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.