Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak secara konsolidasi pada perdagangan Selasa (23/6). Analis melihat saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dapat dipertimbangkan investor hari ini.
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG sejauh ini masih berkonsolidasi di atas support minor 6.007 dan garis SMA-20 hingga hari Senin 22 Juni. Penembusan di atas 6.312 sebagai resisten terdekat diperlukan untuk membuka jalan bagi tren naik yang berlanjut menuju resisten Fibonacci 6.545.
“Indikator MACD menunjukkan sinyal bullish,” kata Ivan dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (23/6).
Adapun level support IHSG berada di level 6.007, 5.722, 5.519, dan 5.314. Sementara level resistance di level 6.312, 6.545, 6.835 dan 7.207.
Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Adapun MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP).
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih di atas level MA10 dan MA20. Histogram MACD masih berada di area positif, namun Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah ke area pivot.
Alhasil, jika IHSG ditutup di bawah level 6.100 maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220.
Phintraco menjelaskan, beberapa ketentuan dalam UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menimbulkan ketidakpastian bagi investor.
Di antaranya kini Bank Indonesia (BI) wajib memperoleh persetujuan DPR dalam menetapkan anggaran tahunannya. Anggaran itu mencakup dua komponen utama, yaitu anggaran kegiatan operasional, serta; anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan kebijakan moneter, sistem pembayaran dan kebijakan makroprudensial.
Intervensi DPR itu menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi BI sebagai bank sentral di masa mendatang.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).




