RI Dapat Tambahan Pasokan LPG dari Proyek Inpex di Australia

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia mendapatkan tambahan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) dari Australia untuk menutupi kekurangan pasokan imbas terganggunya distribusi dari Timur Tengah.

Peningkatan pasokan dari Australia terjadi seiring efektifnya penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada rantai pasok energi global.

Sepanjang tahun 2026 berjalan, jumlah kargo LPG Australia yang dikirim ke Indonesia telah meningkat setidaknya tiga kali lipat dibandingkan 2025. Pasokan ini berasal dari Ichthys Project yang dioperasikan oleh INPEX.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan, pengiriman tambahan kargo ini membantu Indonesia memenuhi kebutuhan LPG pada masa yang sangat penting.

“Ketika gangguan di Timur Tengah memengaruhi rantai pasok global, Indonesia dan Australia saling mendukung dengan meningkatnya ekspor urea Indonesia ke Australia serta bertambahnya pasokan LPG Australia ke Indonesia," ujar Brazier, dikutip dari siaran pers, Selasa (23/6/2026).

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Vahd Nabyl Achmad Mulachela menuturkan, kerja sama ini mencerminkan persahabatan yang langgeng dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia.

Baca Juga

  • Bea Masuk 0% LPG dan Bahan Baku Plastik Berlaku untuk Semester II/2026, Begini Manfaat Ekonominya
  • Memantik Kembali Program Konversi LPG ke Kompor Listrik
  • Tekan Impor LPG, Bahlil Minta Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik

"Hal ini menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan resiliensi rantai pasok, serta mendorong kepentingan ekonomi bersama," tutur Vahd.

Adapun, penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan terhentinya salah satu sumber utama pasokan LPG dunia, yang berdampak pada rumah tangga dan dunia usaha yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar untuk memasak.

Kargo LPG tambahan untuk Indonesia dipasok oleh Ichthys Project yang beroperasi di Australia Barat dan Northern Territory. Proyek ini mencerminkan eratnya kerja sama Australia–Indonesia, dengan infrastruktur utama yang diproduksi di Batam, sekaligus menegaskan hubungan yang kuat antara sektor sumber daya lepas pantai Australia dan industri Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PWNU Aceh Dukung Hasil Munas-Konbes NU di Kediri
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya: Ekonomi Indonesia Berhasil Lewati Tekanan Global
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mata Uang dengan Nilai Tertinggi terhadap Dolar AS di 2026
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Info Cuaca BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat pada 24 Juni 2026
• 33 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Menkeu Purbaya Heran Indonesia Terus Diincar Lembaga Global Meski Utang Terkendali
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.