Nilai tukar rupiah melemah 0,08% ke level 17.858 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Selasa (23/6). Kurs rupiah melemah seiring ketidakpastian prospek perdamaian AS-Iran dan ekspektasi suku bunga tinggi Federal Reserve (The Fed).
Melansir dari Bloomberg, rupiah dibuka melemah di level Rp 17.852 per dolar AS. Kurs rupiah kian melemah Rp 17.858 per dolar AS hingga pukul 09.35 WIB.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS karena investor mulai meragukan perkembangan pembicaraan damai antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat mendorong sentimen positif di pasar.
“Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh ketidakyakinan investor pada pembicaraan damai AS-Iran serta prospek suku bunga The Fed,” kata Lukman kepada Katadata.
Menurutnya, para pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama,
Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Senada, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memperkirakan rupiah berpotensi melemah ke level Rp17.850 per dolar AS.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor eksternal yang masih membebani mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Salah satunya adalah perkembangan yang masih fluktuatif terkait kesepakatan damai antara Iran dan AS.
Selain itu, pelaku pasar juga mengkhawatirkan potensi kenaikan inflasi di Amerika Serikat, terutama yang berasal dari sektor perumahan.
“Faktor lainnya adalah ekspektasi membaiknya data manufacturing PMI Amerika Serikat yang turut mendukung penguatan dolar AS,” ujar Fikri.




