Tak Cocok Untuk Pembangkit, 80% Batu Bara RI Berkalori Rendah!

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi pengiriman batu bara sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan kapal Baruna Power 3301 milik PT PLN Energi Primer Indonesia. (PT PLN Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sebagian besar produksi batu bara Indonesia saat ini didominasi batu bara berkalori rendah hingga menengah.

Sedangkan batu bara berkalori tinggi yang banyak dibutuhkan untuk kebutuhan tertentu, termasuk pencampuran bahan bakar pembangkit listrik, jumlahnya semakin sedikit.

Ia pun memerinci dari total produksi batu bara nasional hanya sekitar 20% yang memiliki nilai kalori menengah hingga tinggi, yakni berada pada rentang 5.800 hingga 6.300 kcal/kg. Sementara sekitar 80% sisanya merupakan batu bara dengan nilai kalori rendah.


Baca: Bahlil Pastikan Tak Ada Lagi Masalah Pasokan Batu Bara untuk PLTU PLN

"Tapi memang untuk menyangkut dengan sekarang kan yang batu bara itu kan yang high calorie itu kan semakin hari semakin sedikit. Dari total produksi batu bara kita 100%, itu yang medium yang 5.000 ke atas 5.800 sampai 6.300 itu tidak lebih dari 20%. 80%-nya itu yang medium ke bawah," kata Bahlil di Istana, Senin (22/6/2026).

Oleh sebab itu, pemerintah tengah menyiapkan langkah penyesuaian dan modifikasi dalam pengelolaan serta pemanfaatan batu bara agar pasokan energi tetap terjaga dan kebutuhan pembangkit listrik dapat terpenuhi.

"Nah, memang harus ada modifikasi. Nah modifikasi itu nanti kita akan atur secara baik ya," katanya.

Sebelumnya, Bahlil membeberkan persoalan yang menyebabkan pemadaman bergilir di beberapa daerah Pulau Jawa sejatinya bukan terkait volume pasokan, namun ketersediaan batu bara kalori medium yang dibutuhkan PLN untuk proses pencampuran (blending) bahan bakar PLTU.

"Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending. Nah, sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan," ujar Bahlil.

Ia lantas memerinci bahwa kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sementara itu, penugasan pasokan batu bara domestik (DMO) dari Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang mencapai sekitar 180 hingga 190 juta ton per tahun.

"Yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton. Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6. Itu harusnya no issue," kata Bahlil.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Bahlil Perintahkan Perusahaan Pasok 190 Juta Ton Batu Bara ke PLN

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ogah Kehilangan Momen Emas Baby Zac, Amanda Manopo Rela Batasi Jadwal Syuting Usai Melahirkan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Baznas Gandeng Lembaga Turki 4TDK Perkuat Bantuan Jangka Panjang untuk Palestina
• 4 jam lalupantau.com
thumb
IPO RANS Bongkar Daftar Pemegang Saham, Ada Nama Kaesang dan Bos Danantara
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Telkomsel dan Erajaya Luncurkan Program Super Brand Day di Makassar, Sediakan Paket Bundling
• 9 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.