Antisipasi Pemadaman Listrik Bergilir, RSUD Jombang Gunakan Tiga Genset Berdaya 2.550 kVA

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jombang, tvOnemews.com – Di tengah fenomena pemadaman listrik bergilir yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, RSUD Jombang memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Manajemen rumah sakit telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan sistem cadangan listrik guna menjaga operasional alat-alat medis yang sangat bergantung pada pasokan energi listrik.

Direktur RSUD Jombang dr. Puji Umbaran menegaskan bahwa listrik merupakan komponen vital dalam pelayanan rumah sakit, mulai dari ruang perawatan, alat bantu medis, hingga instalasi gawat darurat.

“Kelistrikan di rumah sakit adalah kebutuhan utama. Banyak alat medis yang sepenuhnya bergantung pada listrik. Karena itu, kami harus memastikan tidak ada gangguan layanan meskipun terjadi pemadaman dari PLN,” ujar dr. Pudji Selasa (23/6). 

Dr. Pudji menjelaskan kebutuhan listrik di RSUD Jombang saat ini mencapai sekitar 2.200 kVA untuk mendukung seluruh aktivitas pelayanan medis. Sebagai langkah mitigasi, rumah sakit telah menyiapkan tiga unit genset dengan kapasitas masing-masing 500 kVA, 800 kVA, dan 1.250 kVA.

Dengan total daya cadangan mencapai 2.550 kVA, rumah sakit masih memiliki surplus sekitar 350 kVA yang bisa digunakan untuk kebutuhan tambahan apabila diperlukan.

Tak hanya itu, seluruh genset tersebut juga telah dibekali sistem otomatis (automatic transfer switch) yang memungkinkan perpindahan sumber listrik dari PLN ke genset hanya dalam waktu sekitar 10 detik saat listrik padam.

“Sistem ini sangat penting agar alat-alat vital seperti ventilator, monitor pasien, hingga ruang operasi tetap aman dan tidak mengalami gangguan,” tambahnya.

Menurut catatan manajemen, dalam sepekan terakhir telah terjadi dua hingga tiga kali pemadaman listrik bergilir. Meski demikian, seluruh layanan kesehatan di RSUD Jombang tetap berjalan stabil tanpa hambatan berarti.

Pihak rumah sakit memastikan kesiapan teknis ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat maupun pelayanan kritis yang tidak boleh terhenti dalam situasi apa pun. (roi/ias)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wajah YTR yang Hancur Buntut Disekap dan Disiksa Taufik Hidayat Selama 3 Tahun Bakal Direkonstruksi Negara
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kisah Uci yang Jualan Gorengan untuk Sekolah, Bercita-cita Jadi Pramugari
• 4 jam laludetik.com
thumb
Selain Tak Boleh Ada Alumni, Ini Aturan MPLS 2026 dari Kemendikdasmen
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Timor Leste Berkabung Sepekan, Bentuk Penghormatan Terakhir untuk Mantan Presiden Guterres
• 4 menit lalucumicumi.com
thumb
IPO RANS Milik Raffi Ahmad di Harga Rp135-Rp170, Bidik Rp429,25 Miliar
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.