Peserta Sidang Munas-Konbes NU 2026 Bersitegang saat Bahas Lokasi Muktamar ke-35

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Rapat pleno guna menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 berjalan dengan suasana tegang dan gaduh. Akibatnya, keputusan resmi mengenai rencana tersebut masih belum dapat diresmikan dan disepakati sepenuhnya. 

Diketahui, peristiwa itu terjadi dalam rangkaian Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Dalam unggahan video yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah peserta bereaksi keras setelah beredar anggapan bahwa lokasi Muktamar NU mendatang sudah diketok palu di Pondok Pesantren Lirboyo. Padahal, forum belum mengambil keputusan apa pun terkait keputusan pemilihan tuan rumah perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Ketegangan yang terjadi merembet pada aksi saling dorong yang memaksa petugas keamanan mengamankan sejumlah peserta sebelum sidang akhirnya kembali dilanjutkan dan situasi kondusif.

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kalimantan Timur Muhammad Ali Kholil menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi karena kesalahpahaman semata yang timbul antarpeserta rapat pleno.

"Kesalahpahaman saja. Tentang tempat Muktamar, kemudian segera diketok palu bahwa itu di Lirboyo. Padahal masih belum, karena ini nanti masih akan dibahas di internal PBNU," ujar Ali seusai sidang.

Baca Juga

  • Bertolak ke Jatim, Prabowo akan Resmikan Infrastruktur dan Hadiri Munas NU
  • Kapolri di Munas NU: Rekrutmen Jalur Santri jadi Program Prioritas

Tercatat lima daerah telah mengajukan diri menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat. Namun, forum hanya memberikan satu syarat utama bahwa lokasi penyelenggaraan sudah sepatutnya berada di sekitar lingkungan pondok pesantren yang memiliki santri aktif.

"Belum final [keputusan lokasi Muktamar NU ke-35] karena banyak yang menginginkan tempat Muktamar ini di NTB, Jawa Barat, Jakarta, termasuk juga Sumatera Barat. Cuma arahannya tadi, tempat ini harus ada di pondok pesantren yang punya santrinya," ungkapnya. 

Terpisah, Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, Prof. Muhammad Nuh, menegaskan bahwa PBNU akan membentuk tim khusus guna meninjau dan melakukan penilaian terhadap seluruh kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 mendatang.

Nuh mengungkapkan bahwa penilaian dari tim khusus tersebut akan mencakup empat aspek. Di antaranya kelayakan sarana dan prasarana, keamanan, kesiapan pembiayaan, hingga pertimbangan spiritual.

"Tempatnya sudah ada beberapa usulan, mulai dari NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra Barat. Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review terhadap tempat-tempat itu," ungkap Nuh.

Soal aspek spiritual, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan bahwa komponen tersebut menjadi poin sentral dan tidak pernah luput dari setiap keputusan strategis yang diambil NU.

"NU selalu pada akhirnya menggunakan pertimbangan spiritual, termasuk ketika menetapkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sering Minum Kopi? Waspadai Gejala Kelebihan Kafein Ini-Tips Kesehatan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyaluran Kredit Program Perumahan Tembus Rp19,2 Triliun, Pemerintah Naikkan Alokasi Anggaran Jadi Rp50 Triliun
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Penampakan JPO Depan Gedung DPR: Tangga Dibongkar, Akses Pejalan Kaki Terputus
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Jelang HUT ke-80 Bhayangkara, Polri Layani Warga dan Buruh Lewat Bakti Kesehatan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rano Tegaskan Pemprov DKI Sudah Bayar ‘Uang Bau’ Bantargebang: Tanya Bekasi
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.