Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melayangkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin, 21 Juni, setelah pemimpin Partai Buruh tersebut mengumumkan rencana pengunduran dirinya.
Trump menilai Starmer telah sangat merugikan posisi politik dirinya sendiri akibat kebijakan energi, imigrasi, serta kegagalannya dalam mengelola hubungan diplomatik dengan Washington.
Saat berbicara kepada awak media dalam sebuah acara di Ruang Oval Gedung Putih, Trump awalnya memberikan pandangan personal sebelum akhirnya menuduh Starmer telah salah langkah dalam mengelola sektor energi Inggris. Ia mengkritik kegagalan Starmer untuk mengeksploitasi cadangan minyak di Laut Utara dan justru membiarkan proyek kincir angin tersebar di mana-mana.
"Saya rasa dia pria yang menyenangkan," ujar Trump, seperti dikutip Channel News Asia, pada Selasa, 22 Juni 2026.
Baca Juga :
Mengenal Andy Burnham, Politikus Partai Buruh yang Berpotensi Gantikan Keir StarmerTrump juga menyentil ketergantungan pasokan energi Inggris dari luar negeri, khususnya dari Norwegia.
"Inggris membeli sebagian besar energinya. Anda tahu di mana? Norwegia. Anda tahu dari mana mereka mendapatkan minyaknya? Laut Utara. Inggris memiliki porsi Laut Utara yang jauh lebih baik - mereka tidak ingin melakukannya karena alasan lingkungan," tambahnya mengkritik regulasi hijau tersebut.
Trump, yang sebelumnya telah memprediksi kejatuhan politik Starmer melalui unggahan di platform Truth Social, mengklaim bahwa pemimpin Inggris itu sebenarnya merupakan sosok teman baginya. Namun, ia menyayangkan sikap Starmer yang dinilai kurang memberikan dukungan konkret bagi kepentingan Amerika Serikat di aliansi NATO serta dalam konflik perang dengan Iran.
Kedua pemimpin negara tersebut dilaporkan sempat terlibat perselisihan sengit terkait izin penggunaan pangkalan militer Inggris di Siprus untuk meluncurkan serangan udara ke Iran.
Pemimpin AS itu menyuarakan rasa kekecewaannya karena pihak Inggris membutuhkan waktu yang terlalu lama hanya untuk menyetujui permintaan Washington dalam memanfaatkan pangkalan RAF Akrotiri di Siprus guna mengebom target-target militer Iran.
"Dia mengatakan kami tidak bisa menggunakan pulau itu untuk mendarat. Itu adalah yang pertama," ungkap Trump kecewa.
Ia menambahkan bahwa Starmer pada akhirnya memang mengalah dan memberikan izin, namun penundaan tersebut dinilai sebagai sebuah langkah buruk yang berdampak fatal bagi karier politik sang perdana menteri Inggris.
"Itu adalah langkah yang buruk, yang sangat merugikannya," cetus Trump.
Trump mengakhiri pernyataannya dengan memberikan ucapan selamat jalan bagi masa depan Starmer, sembari merinci kembali poin-poin krusial yang menjadi batu sandungan utama bagi sang perdana menteri.
"Saya berharap dia baik-baik saja, tetapi dia memiliki dua masalah: energi dan imigrasi - dan kriminalitas. Tetapi energi dan imigrasi. Dia benar-benar telah merugikan dirinya sendiri dengan sangat, sangat parah," ungkap Trump.
Secara domestik, Starmer mengumumkan pada hari Senin bahwa dirinya akan mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Buruh. Kendati demikian, ia dipastikan tetap memegang posisi perdana menteri selama masa transisi pemerintahan yang teratur.
Langkah pengunduran diri ini diambil setelah Starmer menghadapi tekanan masif selama berbulan-bulan dari jajaran anggota parlemen partainya sendiri, serta merosotnya otoritas kepemimpinan menyusul hasil buruk dalam pemilu lokal dan regional.
Politikus veteran Partai Buruh sekaligus mantan Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, kini menjadi sosok yang paling dijagokan secara luas untuk menggantikan posisi Starmer setelah ia kembali ke Parlemen. Jika Burnham resmi terpilih, hal ini berpotensi menjadikannya sebagai Perdana Menteri Inggris yang ketujuh dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
(Kelvin Yurcel)




