Messi Terlibat dalam 52 Persen Gol Argentina di Piala Dunia, Marah Usai Gagal Penalti ke Gawang Austria

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ada satu nama yang seolah tak pernah lepas dari sejarah panjang Argentina di Piala Dunia. Lionel Messi bukan sekadar kapten, tapi pusat dari hampir setiap momen penting. Statistik terbaru bahkan menunjukkan dominasi yang nyaris tak masuk akal. Lebih dari separuh gol Argentina di era Messi, lahir dari keterlibatannya langsung.

Sejak debut Piala Dunia pada 2006, Messi telah melewati enam edisi turnamen terbesar sepak bola dunia. Dalam periode itu, Argentina mencatat total 50 gol di ajang tersebut. Namun yang mengejutkan, 26 di antaranya atau 52 persen melibatkan Messi secara langsung. Baik itu sebagai pencetak gol maupun pemberi assist.

Data tersebut dirilis oleh Sofascore melalui akun resminya di X: “Argentina mencetak 50 gol di Piala Dunia sejak Lionel Messi debut dalam turnamen. Ini berarti Messi terlibat dalam 52 persen dari seluruh gol Argentina di era tersebut,” tulis Sofascore.

Catatan individu Messi di Piala Dunia pun semakin mempertegas statusnya sebagai legenda hidup. Ia telah mengoleksi 18 gol Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Mematahkan rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.

Messi juga menjadi pemain pertama yang konsisten mencetak gol di hampir semua edisi yang ia ikuti. Satu-satunya pengecualian terjadi pada Piala Dunia 2010.
Puncak kontribusinya hadir pada Piala Dunia 2022, ketika ia mencetak tujuh gol dan tiga assist.

Selain gol, Messi juga membukukan delapan assist di Piala Dunia. Jika menambah satu assist lagi, ia akan melampaui rekor Diego Maradona dalam daftar pemberi assist terbanyak Argentina di turnamen ini.

Momen Gagal Penalti

Namun, perjalanan statistik itu tidak selalu mulus. Di Piala Dunia 2026, Messi sempat mengalami momen yang membuatnya frustrasi saat menghadapi Austria.

Dalam laga kedua Grup J di Dallas, Messi gagal mengeksekusi penalti setelah keputusan VAR menghadiahkan peluang tersebut. Itu menjadi kegagalan penalti ketiga sepanjang karier Piala Dunianya (di luar adu penalti).

Meski begitu, pertandingan tersebut justru menjadi panggung kebangkitan Messi.
Ia mencetak dua gol penting pada menit ke-30 dan masa injury time, memastikan kemenangan 2-0 Argentina.

Usai laga, Messi tidak menutupi emosinya terkait kegagalan awal tersebut.

“Hari ini ada momen ketika saya sangat kesal karena gagal mengeksekusi penalti itu.
Tendangan saya sangat buruk. Untungnya kami bisa membalikkan keadaan, unggul, dan meraih tiga poin yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menegaskan mentalitas tim yang selalu menargetkan kemenangan di setiap pertandingan.

“Sejak awal kami memang menargetkan kemenangan di setiap pertandingan. Kami adalah Argentina dan selalu ingin menang melawan siapa pun. Tapi kami juga tahu itu tidak mudah, semuanya harus dibuktikan di lapangan. Dan hari ini kami berhasil melakukannya,” lanjut Messi.

Austria sendiri memberikan perlawanan ketat sejak awal laga. Tempo cepat mereka membuat Argentina beberapa kali kesulitan mengontrol permainan.

Meski tidak banyak menciptakan peluang berbahaya, Austria tetap memaksa Argentina bekerja keras sepanjang pertandingan. Namun pengalaman dan ketenangan tim asuhan Lionel Scaloni menjadi pembeda.

“Kami tahu pertandingan tidak akan mudah. Di Piala Dunia ini semua laga terasa sulit dan tidak ada tim yang memberi ruang begitu saja. Sangat sulit bagi kami untuk menguasai bola selama yang kami inginkan,” bebernya.

Target Awal Tercapai

Dua kemenangan dari dua laga membuat Argentina nyaman di puncak klasemen Grup J. Mereka juga sudah memastikan tiket ke babak 32 besar lebih cepat.

Kepastian itu memberi ruang bagi tim untuk mengatur strategi menghadapi fase gugur.
Messi pun menyebut pencapaian ini sebagai langkah penting menuju target awal tim.

“Saya senang dengan jalannya pertandingan dan tentu saja dengan kemenangan ini. Sekarang kami bisa sedikit lebih tenang karena target pertama sudah tercapai, lalu fokus memikirkan langkah berikutnya. Saya menjalani semua ini sebagai sesuatu yang spesial, seperti yang selalu saya rasakan. Saya menikmati bermain dan menikmati setiap momen di lapangan,” tutupnya.

Argentina kini menatap laga terakhir fase grup melawan Yordania pada 28 Juni.
Pertandingan itu akan menentukan posisi akhir mereka di Grup J sebelum memasuki babak knockout. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Pasti OJK Hentikan 27 Gadai dan 228 Pedagang Kripto Ilegal
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Rob di Pati, BNPB: 127 KK dan 85 Hektare Tambak Terdampak
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Piala Dunia 2026: Portugal dan Inggris Main di Mana & Jam Berapa?
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Lapas Tulungagung Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni, Libatkan 7 Warga Binaan Bersertifikat
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Trump klaim aset Iran yang dicairkan untuk beli produk pertanian AS
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.