Mandatori Bensin E5 Segera Jalan, Siapa Pemasok Bioetanol dan Gap Pasokannya?

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana mewajibkan sejumlah SPBU untuk menjalankan kebijakan mandatori E5 alias pencampuran 5 persen etanol dalam bensin pada paruh kedua tahun ini. Ini menjadi bagian dari strategi ketahanan energi di tengah gonjang-ganjing harga dan pasokan minyak bumi impor.

Bila merujuk pada buku saku bioenergi tahun 2023, pemerintah sempat menargetkan mandatori E5 pada 2020 dan E20 pada 2025. Namun, gagal terlaksana. Problemnya, terbatasnya produksi etanol untuk kebutuhan bahan bakar di dalam negeri. Kini, pemerintah membidik target baru, yaitu E5 pada 2026, E10 pada 2027, dan percepatan E20 pada 2028.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan kebijakan mandatori sudah tertera dalam Keputusan Menteri ESDM No. 113 Tahun 2026. Pelaksanaan mandatori E5 tinggal menunggu Keputusan Menteri terkait penetapan alokasi dan kesiapan infrastruktur badan usaha.

Sebelumnya, dia sempat mengungkapkan soal rencana mandatori E5 mulai 1 Juli, berbarengan dengan mandatori B50. Namun karena persiapan masih berlangsung, dia belum dapat memastikan kapan tepatnya mandatori E5 berjalan.

"Intinya sebelum Desember (2026) sudah dimandatorikan dulu 5 persen, karena Januari (2027), kan, mengejar yang 10 persen, baru yang Januari 2028 baru 20 persen," ujar Eniya, pertengahan Juni lalu.

Sejauh ini, bensin jenis ini baru dipasarkan oleh Pertamina sebagai produk komersil bukan produk mandatori. Produk yang dimaksud yaitu Pertamax Green 95 yang dipasarkan di sejumlah SPBU mulai Juli 2023 lalu.  

Penggunaannya oleh masyarakat masih terbatas karena sifatnya “pilihan” – tergantung preferensi masyarakat. Pertamax Green tercatat dijual di 177 SPBU Pertamina di Pulau Jawa dengan total penyaluran hanya 812 kiloliter sepanjang 2025. Sedangkan konsumsi bensin nasional sekitar 105 ribu kiloliter per hari. 


Roadmap Mandatori BBN (Kepmen ESDM 113 Tahun 2026)
Siapa Pemasok Bioetanol?

Terdapat belasan produsen bioetanol di dalam negeri, tapi hanya beberapa yang memproduksi bioetanol untuk bahan bakar. Bioetanol untuk Pertamax Green 95, seluruhnya dipasok oleh PT Energi Agro Nusantara allias Enero.

Energo adalah anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara I. Pabrik bioetanol Energo berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur. Pabrik mengolah molase alias tetes tebu menjadi bioetanol aneka grade.

Bioetanol yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan memiliki struktur kimia yang persis sama dengan etanol pada minuman keras. Perbedaannya terletak pada tujuan penggunaan dan tingkat kemurnian. Etanol yang digunakan untuk bahan bakar disebut dengan Fuel Grade Ethanol (FGE) dengan tingkat kemurnian sangat tinggi yaitu 99,5 persen.

Sejauh ini, mayoritas bioetanol domestik berasal dari molase atau tetes tebu. Bahan baku lainnya yaitu singkong dan jagung.

Total produksi bioetanol baru berkisar 300 ribu kiloliter per tahun, dan yang fuel grade hanya sekitar seperlimanya. Sebagai gambaran, konsumsi bensin nasional mencapai 105 ribu kiloliter per hari pada 2025. Artinya sekitar 38,3 juta kiloliter per tahun.

Dengan hitungan kasar, mandatori E5 untuk seluruh konsumsi bensin nasional membutuhkan sekitar 1,9 juta kiloliter bioetanol per tahun. Angka ini sekitar enam kali lipat dari total kapasitas produksi bioetanol nasional saat ini, dan jauh di atas kapasitas produksi fuel grade.

ProdusenLokasiKapasitas bioetanol (ribu kiloliter/tahun)Fuel Grade (ribu liter/tahun)Bahan BakuPT MolasindoMedan6-Molase/tetes tebuPT Medco EthanolLampung40-Molase/tetes tebuPT Indo Lampung DistilleryLampung40-Molase/tetes tebuPT Indonesia Ethanol IndustryLampung5020Singkong dan jagungPT PG Rajawali IIICirebon, Jawa Barat6,0-Molase/tetes tebuPT Madu BaruYogyakarta7,53Molase/tetes tebuPT Indo Acidatama TbkSurakarta, Jawa Tengah50-Molase/tetes tebuPT Energi Agro Nusantara (Enero)Mojokerto, Jawa Timur3030Molase/tetes tebuPT Ethanol Ceria AbadiJombang, Jawa Timur12-Molase/tetes tebuPT Molindo Raya IndustrialLawang, Jawa Timur9010Molase/tetes tebuPSA Jatiroto PTPN XILumajang, Jawa Timur6-Molase/tetes tebuTotal 337,563 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
714 Barang Bukti Diserahkan, Roy Suryo dan dr Tifa Tetap Pulang dari Kejaksaan! Ini Alasannya
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Berencana Menambah Dana Transfer ke Daerah Hingga Rp90 Triliun pada 2027
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Purbaya: Dana untuk Patriot Bond Tak Akan Diutak-atik Sumbernya dari Mana
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Coba Fitur Flight Simulator di Web Google Earth, Gratis
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Lamine Yamal Langsung Ditarik Usai Cetak Gol Perdana di Piala Dunia 2026, Ternyata Ini Alasan Pelatih Spanyol
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.