Gajah Tunggal (GJTL) Perkuat Mitigasi untuk Hadapi Risiko Kurs dan Harga Energi

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik yang menekan sektor manufaktur.

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik yang menekan sektor manufaktur. Sebagai produsen ban yang telah berdiri selama 75 tahun, perseroan menyadari kinerja operasional sangat rentan dengan fluktuasi nilai tukar serta harga energi dunia.

Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Suryopratomo menekankan, perseroan terus beradaptasi untuk menjaga stabilitas operasional. Langkah utama yang diambil adalah dengan memperketat manajemen biaya di seluruh lini.

Baca Juga:
Gajah Tunggal (GJTL) Bukukan Laba Rp1,24 Triliun pada 2025, Naik Tipis 4,7 Persen

"Kami terus meningkatkan efisiensi. Industri ini kan industri yang sangat peka terhadap nilai tukar dan kemudian harga energi," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pria yang diakrab disapa Tommy ini menitiberatkan soal strategi efisiensi ini menjadi krusial mengingat karakteristik industri ban yang padat karya dan beroperasi penuh selama 24 jam dengan sistem tiga sif. Dengan jumlah karyawan mencapai 17.000 orang, kenaikan biaya tenaga kerja dan energi menjadi beban biaya yang sangat berpengaruh terhadap operasional perusahaan.

Baca Juga:
Gajah Tunggal (GJTL) Siap Tebar Dividen Rp278,78 Miliar, Ini Jadwal Pencairannya

Untuk mengatasi tekanan tersebut, Gajah Tunggal tidak menempuh jalan pintas melalui pengurangan tenaga kerja. Sebaliknya, perseroan justru fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui Politeknik Gajah Tunggal yang mereka kelola sendiri.

Politeknik tersebut menjadi kunci bagi perseroan untuk memastikan regenerasi tenaga kerja terus berjalan. Setiap tahun, ribuan calon sarjana melamar untuk dididik, dan lulusannya diserap langsung ke dalam grup perusahaan. Langkah ini menegaskan bahwa bagi Gajah Tunggal, tenaga kerja adalah aset inti yang harus dikelola dengan pendekatan jangka panjang.

Selain itu, kata Tommy, perseroan juga terus memperkuat inovasi internal melalui tim Research and Development (R&D). Tim ini bertugas mencari celah-celah inovasi baru yang dapat menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.

"Kami punya tim Research and Development yang baik dan ini salah satu hal lain yang kemudian bisa dipergunakan untuk meningkatkan efisiensi," katanya.

Dalam menghadapi kompleksitas ekonomi, Tommy juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dia meyakini bahwa kolaborasi antara industri dan media merupakan elemen vital dalam menghadapi tantangan bersama.

"Karena saya kira kerja sama antara industri dan media menjadi sangat penting apalagi dalam situasi yang penuh tantangan seperti sekarang," ujarnya.

Melalui perpaduan antara manajemen efisiensi yang ketat, pengembangan SDM yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang erat dengan media, Gajah Tunggal berupaya mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar (market leader) di industri ban.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Perempuan Berpendidikan Masih Sering Dianggap 'Sia-sia'?
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Telkomsel dan Erajaya Luncurkan Program Super Brand Day di Makassar, Sediakan Paket Bundling
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Ruben Onsu Jalani Umroh, Sarwendah Ngadu ke Komnas Perempuan, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Momen Ruben Onsu Bertemu Anak-anak Setelah 7 Bulan, Sarwendah Antar Langsung
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Niat Puasa Tasua dan Asyura 24-25 Juni 2026, Melebur Dosa di Tahun Lalu
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.