BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah warga Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengeluhkan luapan air dari Kali SS Babelan yang kerap menggenangi jalan dan permukiman dalam beberapa bulan terakhir.
Selain mengganggu aktivitas warga, genangan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan berdampak pada pelaku usaha di sekitar lokasi.
Ade (48), warga RT 001/RW 006 Kelurahan Harapan Baru, mengatakan genangan yang terjadi saat ini sudah berlangsung sekitar empat hari.
Meski belum masuk ke dalam rumah, air kerap menggenangi halaman dan lingkungan sekitar permukiman.
Baca juga: Sampah Menumpuk di Kali Babelan, Jalan Duta Harapan Bekasi Tergenang dan Licin
"Kalau enggak hujan deras banget sih, airnya tidak masuk ke dalam rumah. Paling sampai latar aja," ujar Ade saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (23/6/2026).
Menurut Ade, genangan berasal dari luapan Kali SS Babelan yang posisinya lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman.
Kondisi itu membuat air mengalir ke rumah-rumah warga yang berada di dataran lebih rendah.
"Mungkin karena di sana salurannya tidak nyambung, jadi mampet. Kalinya juga lebih tinggi dari permukiman warga, sedangkan posisi rumah kami lebih rendah, jadi airnya turun ke sini," kata dia.
Baca juga: Edarkan Tramadol dan Hexymer, Pria di Babelan Bekasi Ditangkap Polisi
Ia menuturkan, luapan air sebenarnya sudah lama terjadi, tetapi frekuensinya meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
"Luapan kayak gini sudah sering terjadi, tapi belum sampai bertahun-tahun. Baru beberapa bulan ini saja sering begini. Kalau hujan lebih parah lagi," ujarnya.
Saat musim hujan, ketinggian air bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
Ade menilai hingga kini belum ada penanganan menyeluruh untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurut dia, upaya yang dilakukan selama ini baru sebatas pengangkutan sampah secara berkala.
Baca juga: Ikut Tawuran Terencana di Babelan Bekasi, 1 Remaja Terluka Parah
"Kalau sampahnya kadang ada yang angkutin tiap berapa bulan sekali. Tapi genangannya dari awal tahun sampai sekarang masih begini saja. Belum ada tindakan apa-apa," kata Ade.