KOMPAS.TV - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menyoroti kesejahteraan guru yang dinilai masih menjadi persoalan lama di tengah besarnya anggaran pendidikan tahun 2026 yang mencapai Rp769 triliun.
Menurut Satriwan, anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah itu belum sepenuhnya dirasakan oleh para guru, khususnya guru PPPK, PPPK paruh waktu, dan guru honorer yang jumlahnya mencapai lebih dari satu juta orang.
“Guru-guru kenapa tidak bisa kunjung sejahtera? Khususnya guru-guru P3K, termasuk P3K paruh waktu dan guru-guru honorer yang total jumlahnya lebih dari 1 juta orang. Ternyata setelah kita telisik, anggaran pendidikan yang besar itu dipakai untuk program MBG," kata Satriwan.
Satriwan menyebut sejumlah pemerintah daerah bahkan mengalami kesulitan membayar gaji guru PPPK.
Selain persoalan kesejahteraan, P2G juga mengungkap hasil survei terhadap 239 guru yang menunjukkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG berdampak pada meningkatnya beban kerja guru.
Menurutnya, tugas utama guru berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen adalah mengajar, mendidik, mendampingi, dan melatih murid. Namun di lapangan, guru juga harus terlibat dalam distribusi makanan program MBG.
Satriwan menilai tugas tersebut berada di luar standar nasional pendidikan.
P2G juga menyoroti kesejahteraan guru PPPK paruh waktu yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 ribu orang. Menurut Satriwan, sebagian guru bahkan menerima penghasilan yang sangat rendah.
Di Kabupaten Sumedang, ada guru yang menerima honor 50 ribu rupiah per bulan. Sementara di Dompu, ada guru yang menerima honor 139 ribu rupiah per bulan.
Satriwan menilai anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBN seharusnya dapat lebih dirasakan oleh unsur paling mendasar dalam sistem pendidikan nasional, yakni para pendidik.
"Nah sekarang, dengan anggaran yang besar, 20% ternyata tidak didikmati oleh guru. Tidak dinikmati oleh unsur yang paling pokok di dalam sistem pendidikan nasional itu sendiri, yaitu pendidik. Kalau guru menikmati anggaran pendidikan yang sangat jumbo itu, tentulah tidak akan ada lagi guru honorer," ujarnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/xnDKqX-radI
#guru #honorer #pendidikan
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- dipoinvestigasi
- pendidikan
- anggaran
- guru
- honorer

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496305/original/061349500_1770525763-Presiden_Prabowo_Subianto-8_Februari_2026.jpeg)



