Demi Anak-anak, Sarwendah Ambil Langkah Datangi Komnas Perempuan

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Mantan personel CherryBelle, Sarwendah, datangi Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (23/6/2026). Kedatangannya ke Komnas Perempuan ditemani oleh kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu.

Chris Sam Siwu menegaskan bahwa tujuan utama mereka sangat sederhana, yakni menyampaikan kondisi yang sebenarnya dan memperoleh ruang dialog yang dapat membantu penyelesaian persoalan secara baik.

Dalam keterangannya di kantor Komnas Perempuan, Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa langkah yang diambil didasarkan pada posisi Sarwendah sebagai seorang perempuan sekaligus ibu dari anak-anak perempuan. Menurutnya, aspek tersebut menjadi perhatian utama dalam langkah yang mereka tempuh.

Ia menyampaikan bahwa fokus utama kedatangan mereka bukan untuk menciptakan kontroversi ataupun membangun narasi tertentu di ruang publik. Sebaliknya, mereka ingin membuka ruang komunikasi yang lebih sehat agar permasalahan dapat dipahami secara utuh.

"Kedatangan kami sederhana ya bahwa Sarwendah adalah seorang perempuan, anak-anaknya juga seorang perempuan. Kami di sini berdiskusi, kami di sini mencari solusi," ujar Chris Sam Siwu di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (23/6/2026).

Chris juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki maksud lain di balik pertemuan tersebut. Ia menepis anggapan bahwa kedatangan mereka membawa agenda tertentu yang bersifat negatif.

"Kami tidak bermaksud apa pun ya, apalagi hal-hal yang negatif tidak ada, kami di sini hanya berdiskusi dan mencari solusi ya," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Sarwendah mengaku mendapatkan sambutan positif dari pihak Komnas Perempuan. Menurut keterangan yang disampaikan, para komisioner menerima mereka dengan baik dan memberikan dukungan secara moral terhadap posisi Sarwendah sebagai seorang perempuan.

Chris mengungkapkan rasa syukurnya karena proses diskusi berjalan dengan baik. Ia menyebut bahwa pihaknya telah memaparkan kronologi secara menyeluruh mengenai peristiwa yang terjadi.

"Alhamdulillah diterima oleh komisioner dan mereka juga sangat mensupport Wendah sebagai seorang perempuan dan apa yang sudah kami sampaikan itu adalah bentuk kejadian sebenarnya, kronologis sebenarnya apa yang terjadi dari awal Sarwendah menikah sampai akhir," tuturnya.

Meski demikian, pihak Sarwendah menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan bertujuan meminta keberpihakan atau dukungan khusus.

 

Chris menjelaskan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan hak Sarwendah sebagai perempuan dan warga negara. Menurutnya, dukungan yang muncul nantinya merupakan konsekuensi dari fakta dan kebenaran yang disampaikan.

"Tidak meminta dukungan tetapi hanya menyampaikan hak, dukungan itu dapat dari apa yang dia sampaikan sebenar-benarnya. Jadi klien kami menyampaikan semua dengan

sebenar-benarnya dengan bukti yang ada," ungkapnya.

Di sisi lain, langkah Sarwendah juga memperlihatkan bagaimana figur publik memiliki tantangan tersendiri ketika menghadapi persoalan pribadi. Kehidupan mereka kerap menjadi perhatian luas, sehingga proses penyelesaian masalah sering kali berlangsung di bawah sorotan masyarakat.

Karena alasan tersebut, pihak Sarwendah mengungkapkan keinginan agar proses penyelesaian dapat berjalan secara lebih tertutup dan tidak terus menjadi konsumsi publik.

"Kami lakukan semua ini demi anak-anak, kami tidak akan terlalu banyak lagi bicara di media karena kami yakin penyelesaian secara tertutup biar tanpa melibatkan banyak media," kata Chris Sam Siwu.

Kunjungan Sarwendah ke Komnas Perempuan terjadi di tengah persoalan mengenai anak yang belakangan ramai menjadi perhatian publik. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah sebelumnya Ruben Onsu juga mengambil langkah dengan mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dalam kesempatan sebelumnya, Ruben Onsu melalui tim kuasa hukumnya diketahui menyampaikan sejumlah aduan terkait dugaan pelanggaran hak anak. Laporan tersebut disertai beberapa bukti pendukung yang nantinya akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan KPAI.

Hingga saat ini, perkembangan persoalan antara kedua pihak masih terus menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap penyelesaian yang ditempuh dapat mengedepankan kepentingan serta kenyamanan anak-anak di tengah situasi yang sedang berlangsung.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MyPertamina Semarakan Euforia Piala Dunia, Pertamina Targetkan Peningkatan Transaksi Digital
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Argentina Lolos ke 32 Besar, Lionel Messi Ukir Empat Rekor Bersejarah
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
10 Weton yang Diramal akan Banjir Rezeki dan Mendapat Keberuntungan Finansial pada 23 Juni 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Bidik Pajak Jumbo dari Konser BTS: Terima Kasih ARMY!
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Festival UMKM Papua Perkuat Ekonomi Kerakyatan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.