KOMPAS.TV - Center of Economics and Law Studies (CELIOS) menyoroti penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut sebagai bentuk "predatory budgeting" atau penganggaran yang bersifat memangsa alokasi sektor lain.
Peneliti CELIOS, Galau Muhammad, menilai pemerintah belum memiliki tata kelola anggaran yang baik dalam menentukan prioritas belanja negara.
Menurut Galau, meskipun anggaran pendidikan pada 2026 meningkat menjadi Rp769 triliun, kenaikan tersebut perlu dilihat lebih rinci.
Ia menjelaskan, tanpa memasukkan komponen MBG, anggaran pendidikan justru mengalami penurunan secara akumulatif.
Galau juga menyoroti besarnya anggaran Badan Gizi Nasional yang disebut lebih besar dibandingkan alokasi untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menurut Galau, pemerintah terlalu berfokus pada MBG sebagai solusi berbagai persoalan pendidikan.
Ia meyakini sebagian anggaran MBG dapat dialihkan untuk kebutuhan yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Galau juga mengungkap hasil survei CELIOS yang dilakukan pada akhir 2025.
"Dan kami sudah melakukan survei di akhir 2025 bahwa sekarang bukan MDG yang diinginkan masyarakat. Dan survei yang kami lakukan menunjukkan bantuan tunai, cash transfer itu menjadi satu pilihan," katanya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/xnDKqX-radI
#guru #honorer #pendidikan
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- celios
- dipoinvestigasi
- mbg
- pendidikan
- guru





