Samarinda (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur terus menggenjot potensi ekonomi biru di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan perairan sekitarnya.
"Kawasan konservasi seluas 285.548,95 hektare di Berau ini merupakan aset sangat penting yang pengelolaannya mulai tahun 2024 telah menggunakan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," kata Sub Koordinator Konservasi Kelautan dan Perikanan DKP Kaltim Yuliana Nidyasari di Samarinda, Selasa.
Penetapan skema BLUD merupakan langkah strategis daerah guna mengoptimalkan sektor kelautan melalui perlindungan ekosistem terumbu karang, mangrove, serta padang lamun.
"Selain berfokus pada pelestarian lingkungan hidup laut, program prioritas ini juga ditujukan khusus untuk mendukung pengembangan sektor ekowisata unggulan daerah," ujar Yuliana.
Baca juga: Presiden Prabowo dorong ekonomi biru lewat kampung nelayan
Dia memaparkan optimalisasi ekowisata diproyeksikan mampu memberi dampak ekonomi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Berau.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan pemanfaatan kawasan di perairan Derawan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan tanpa merusak keseimbangan ekosistem laut," tambahnya.
Kajian awal terhadap ekosistem pesisir tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi biru dengan nilai mencapai 317.000 dolar AS setiap tahunnya.
Nilai ekonomi potensial ini tidak terlepas dari tingginya kemampuan penyerapan emisi yang diproyeksikan mencapai lebih dari 69 ribu ton karbondioksida ekuivalen per tahun.
"Dalam meningkatkan aktivitas ekonomi riil masyarakat pesisir, saat ini kami juga sedang menunggu pengesahan Peraturan Gubernur terkait tarif layanan jasa lingkungan guna memperkuat kontribusi terhadap pendapatan asli daerah," jelas Yuliana.
Baca juga: KKP dorong investasi swasta untuk perkuat ekonomi biru
Aturan retribusi tersebut menjadi landasan legal dalam penarikan tarif khusus bagi wisatawan domestik maupun turis asing yang menikmati jasa pariwisata bahari.
"Kawasan perairan Derawan ini telah lama menjadi magnet wisata andalan dunia berkat kekayaan hayatinya, termasuk pesona satwa laut khas seperti pari manta dan hiu paus," ungkap Yuliana.
Berdasarkan hasil identifikasi kelautan terbaru, wilayah pelestarian ini tercatat menyimpan keanekaragaman bawah laut berupa 507 spesies karang keras, 40 spesies karang jamur, serta 52 genus karang lunak.
"Kolaborasi yang erat bersama lembaga swadaya masyarakat, kelompok masyarakat setempat, dan pemerintah kabupaten terus kami perkuat untuk menjaga kelestarian aset bernilai tinggi ini secara berkelanjutan," ujar Yuliana.
"Kawasan konservasi seluas 285.548,95 hektare di Berau ini merupakan aset sangat penting yang pengelolaannya mulai tahun 2024 telah menggunakan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," kata Sub Koordinator Konservasi Kelautan dan Perikanan DKP Kaltim Yuliana Nidyasari di Samarinda, Selasa.
Penetapan skema BLUD merupakan langkah strategis daerah guna mengoptimalkan sektor kelautan melalui perlindungan ekosistem terumbu karang, mangrove, serta padang lamun.
"Selain berfokus pada pelestarian lingkungan hidup laut, program prioritas ini juga ditujukan khusus untuk mendukung pengembangan sektor ekowisata unggulan daerah," ujar Yuliana.
Baca juga: Presiden Prabowo dorong ekonomi biru lewat kampung nelayan
Dia memaparkan optimalisasi ekowisata diproyeksikan mampu memberi dampak ekonomi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Berau.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan pemanfaatan kawasan di perairan Derawan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan tanpa merusak keseimbangan ekosistem laut," tambahnya.
Kajian awal terhadap ekosistem pesisir tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi biru dengan nilai mencapai 317.000 dolar AS setiap tahunnya.
Nilai ekonomi potensial ini tidak terlepas dari tingginya kemampuan penyerapan emisi yang diproyeksikan mencapai lebih dari 69 ribu ton karbondioksida ekuivalen per tahun.
"Dalam meningkatkan aktivitas ekonomi riil masyarakat pesisir, saat ini kami juga sedang menunggu pengesahan Peraturan Gubernur terkait tarif layanan jasa lingkungan guna memperkuat kontribusi terhadap pendapatan asli daerah," jelas Yuliana.
Baca juga: KKP dorong investasi swasta untuk perkuat ekonomi biru
Aturan retribusi tersebut menjadi landasan legal dalam penarikan tarif khusus bagi wisatawan domestik maupun turis asing yang menikmati jasa pariwisata bahari.
"Kawasan perairan Derawan ini telah lama menjadi magnet wisata andalan dunia berkat kekayaan hayatinya, termasuk pesona satwa laut khas seperti pari manta dan hiu paus," ungkap Yuliana.
Berdasarkan hasil identifikasi kelautan terbaru, wilayah pelestarian ini tercatat menyimpan keanekaragaman bawah laut berupa 507 spesies karang keras, 40 spesies karang jamur, serta 52 genus karang lunak.
"Kolaborasi yang erat bersama lembaga swadaya masyarakat, kelompok masyarakat setempat, dan pemerintah kabupaten terus kami perkuat untuk menjaga kelestarian aset bernilai tinggi ini secara berkelanjutan," ujar Yuliana.





