Ali bin Abi Thalib Ungkap Sosok yang Tidak Layak Menjadi Pemimpin

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepemimpinan dalam Islam bukan sekadar kedudukan yang membawa kehormatan, melainkan amanah besar yang menyangkut nasib banyak orang. Karena itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu mengingatkan agar jabatan pemimpin tidak diberikan kepada orang yang memiliki sifat-sifat tercela, seperti kikir, bodoh, kasar, pengecut, dan gemar menerima suap.

Bagi Ali bin Abu Thalib, seorang pemimpin sejati memulai perubahan dari dirinya sendiri, mendisiplinkan jiwa, memperbaiki akhlak, dan menampilkan keteladanan sebelum mengajarkan apapun kepada rakyat.

Baca Juga
  • Rektorat UBK Akui Ketua BEM FH Terima Duit Rp 20 Juta Sebelum Demo, Disebut Diserahkan oleh Aparat
  • Menyelamatkan Generasi Produktif dari Ancaman HIV/AIDS
  • Makkah Sudah Bersih dari Jamaah Indonesia, Petugas Haji Mulai Dipulangkan  

Berikut adalah nasihat Ali bin Abu Thalib terkait pemimpin, dikutip dari buku Imamul Muhtadin yang ditulis HMH Al-Hamid Al-Husaini.

"Pimpinan yang bertanggunjawab atas kehormatan kaum wanita, keselamatan jiwa, keamanan harta benda, tegaknya hukum dan keimanan umat Islam, maka kepemimpinan itu tidak boleh berada di tangan orang yang kikir karena ia akan mengincar kekayaan mereka (rakyat)."

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"(Jabatan pemimpin itu) tidak boleh berada di tangan orang bodoh, karena ia akan menyesatkan mereka (rakyatnya). (Jabatan pemimpin itu) tidak boleh di tangan orang berperangai kasar, karena ia akan dijauhi mereka."

"(Jabatan pemimpin itu) tidak boleh di tangan pengecut, karena ia akan merangkul satu golongan dan meninggalkan golongan yang lain. (Jabatan pemimpin itu) tidak boleh di tangan orang yang suka menerima suap, karena ia akan menghilangkan hak-hak umat yang dipimpinnya. (Jabatan pemimpin itu) dan tidak boleh berada di tangan orang yang mengabaikan sunah, karena ia akan mencelakakan umat."

"Siapapun yang hendak menjadikan dirinya sebagai pemimpin hendaklah ia mendidik dirinya sendiri lebih dulu sebelum mendidik orang lain, hendaklah ia mendidik dengan contoh amal dan perilaku lebih dulu sebelum mendidik dengan lidah dan ucapan. Orang yang mampu mengajar dan mendidik dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada orang yang hanya dapat mengajar dan mendidik orang lain."

Infografis Ajaran Islam Menyikapi Pemimpin Dzalim - (Dok Republika)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Purbaya Curiga Balepres Ilegal Berasal dari Negara Berkembang
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PWNU Aceh Dukung Hasil Munas-Konbes NU di Kediri
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditinggal Pemilik, Mobil Parkir di Minimarket Bogor Tiba-tiba Terbakar
• 21 jam laludetik.com
thumb
Stasiun JIS Resmi Beroperasi, Akses KRL ke Jakarta International Stadium Kini Makin Mudah
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.