Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel di sektor gaya hidup, PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) memperkirakan momen libur sekolah pada Juni-Juli 2026 menjadi momentum untuk menakselerasi target pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun ini sebesar 20%.
Perseroan melihat periode ini sebagai salah satu katalis utama yang dapat menopang pertumbuhan bisnis di tengah tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.
Direktur ERAL Andre Tanudjaja menjelaskan bahwa berbagai program promosi telah disiapkan untuk menangkap peningkatan aktivitas belanja selama masa liburan.
Selain memanfaatkan momentum kenaikan kelas dan kelulusan siswa, perusahaan juga mengandalkan sejumlah agenda promosi besar yang berlangsung pada periode tersebut.
"Di bulan Juni-Juli memang banyak aktivitas yang terkait sekolah. Pada saat yang sama terdapat kesempatan bagi para orang tua untuk memberikan hadiah kenaikan kelas maupun kelulusan. Kami juga menjalankan berbagai promo di seluruh jaringan toko untuk menyambut momentum ini," ujarnya dalam Paparan Publik secara daring, Selasa (23/6/2026).
Tak hanya mengandalkan musim liburan sekolah, perseroan juga memanfaatkan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang secara historis mampu meningkatkan trafik pengunjung dan penjualan produk-produk gaya hidup serta olahraga.
Baca Juga
- Erajaya Active (ERAL) Mau Buka 60 Gerai Baru, Siapkan Rp273 Miliar
- Menilik Prospek IPO ERAL, Anak Usaha Era Jaya
- Erajaya Active (ERAL) Cetak Penjualan Melesat 34% Didorong Segmen Lifestyle & EV
Momentum tersebut datang di tengah kinerja operasional yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Hingga kuartal I/2026, ERAL telah memiliki 219 toko, bertambah dari sekitar 205 toko pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penambahan jaringan tersebut didorong oleh ekspansi sejumlah merek seperti Wilson, Anta, dan Garmin.
Di sisi operasional, penjualan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) pada kuartal I/2026 tumbuh 20,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan pasar.
Dari sisi keuangan, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 24%, sementara laba kotor meningkat lebih tinggi hingga 42%.
Kinerja tersebut menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam memperluas jaringan distribusi sekaligus meningkatkan kontribusi penjualan ritel.
Sepanjang 2026, ERAL menargetkan pertumbuhan penjualan minimal 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Target tersebut akan didukung oleh ekspansi agresif sebanyak 50 hingga 60 toko baru secara organik, peningkatan produktivitas toko eksisting, hingga penambahan merek baru yang akan diperkenalkan ke pasar Indonesia.
Meski demikian, perseroan tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi industri pada paruh kedua tahun ini, mulai dari pelemahan daya beli, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga ketidakpastian geopolitik global.
Sebagai langkah antisipasi, ERAL terus menggencarkan program promosi, menawarkan fasilitas cicilan 0%, serta menyesuaikan portofolio produk dengan tren dan kemampuan belanja konsumen.
Perseroan juga tengah menyiapkan program midyear sale secara tahunan yang diharapkan dapat menjaga minat belanja masyarakat selama musim liburan.
Perseroan menilai segmen konsumen menengah atas yang menjadi fokus utama perusahaan masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik.
Namun demikian, Andre menegaskan perseroan tetap menerapkan strategi yang adaptif untuk menghadapi berbagai kemungkinan gejolak pasar pada semester kedua 2026.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





