133 Jemaah Masih Dirawat, Jadwal Kepulangan Diatur Lewat Tanazul

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

MADINAH, KOMPAS.com - Sebanyak 133 jemaah haji Indonesia terpaksa menunda kepulangan ke Tanah Air karena harus menjalani perawatan medis intensif di Jeddah, Makkah, dan Madinah.

Plt Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani, menyatakan bahwa para jemaah saat ini berada di bawah pengawasan ketat tim dokter kolaborasi Arab Saudi dan Indonesia.

"133 jemaah masih dirawat di rumah sakit, baik di Jeddah, Makkah, maupun Madinah. Jika kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan diizinkan keluar dari rumah sakit, akan langsung kita proses kepulangannya melalui skema tanazul," ujar Dani, saat berada di Madinah, pada Senin (22/6/2026) sore.

Untuk mengatasi jadwal kepulangan yang terpisah dari rombongan, petugas menerapkan sistem tanazul, yakni pemulangan lebih awal melalui kelompok terbang (kloter) lain.

Baca juga: 350 Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci, Sebagian akibat Pneumonia

Hingga kini, sebanyak 171 jemaah yang pulih langsung diterbangkan kembali ke Indonesia.

Adapun prosedurnya cukup ketat. Tim visitasi secara khusus meninjau kesiapan kondisi tubuh jemaah, kemudian didiskusikan secara intensif dengan dokter dari pihak maskapai penerbangan untuk memastikan keamanan pasien selama mengudara.

Selama terdapat kursi kosong di pesawat terbang, jemaah yang telah mengantongi izin medis akan langsung diarahkan ke bandara.

"Jika sudah mendapatkan persetujuan atau di-acc, maka proses kepulangannya akan segera diproses," ujar dia.

Untuk mengantisipasi segala risiko selama perjalanan udara, Pusat Kesehatan Haji telah menyiagakan tenaga pendamping medis khusus.

Baca juga: Ada 350 Jemaah Meninggal, Menhaj Klaim Jumlah Ini Lebih Rendah dari Haji Tahun Lalu

Kondisi vital jemaah akan terus diobservasi di atas pesawat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Estafet penanganan ini berlanjut begitu pesawat sampai di bandara Tanah Air.

Tim dokter bandara akan langsung mengambil alih pengawasan, memastikan setiap jemaah ditangani dengan baik hingga mereka bisa berkumpul kembali dengan selamat bersama sanak saudara di daerah asal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Babak 1 Argentina vs Austria: Sempat Gagal Penalti, Messi Bangkit Cetak Sejarah
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Detik-detik Taufik Hidayat Menolak Tawaran Match Fixing di Asian Games 2006: Demi Merah Putih
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Hambatan Terbesar Penulis Masa Kini
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Komite PBB Sebut Hidup Anak-Anak Palestina Kian Rentan
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
BI Ubah Skema Modal di Program Pembinaan UMKM, Ini Syaratnya!
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.