Pantau - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten melalui UPTD Latihan Kerja akan memulai pelatihan kerja gelombang pertama tahun 2026 pada 1 Juli dengan membuka enam program pelatihan keterampilan bagi 96 peserta yang telah lolos seleksi.
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Septo Kalnadi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap memasuki dunia kerja.
"Untuk gelombang pertama tahun ini akan segera kita mulai 1 Juli nanti dengan membuka enam program pelatihan," ungkap Septo.
Menurut Septo, peserta yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.
Selain bekerja di perusahaan atau industri, peserta pelatihan juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha secara mandiri melalui jalur wirausaha.
Kuota Pelatihan Capai 600 Peserta Sepanjang 2026Gelombang pertama pelatihan tahun 2026 didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.
"Gelombang pertama ini dengan sumber anggaran dari APBD Banten pesertanya sebanyak 96 orang," ujar Septo.
Disnakertrans Banten menargetkan sekitar 600 peserta mengikuti program pelatihan kerja yang dibiayai APBD Provinsi Banten sepanjang tahun 2026.
Jumlah tersebut belum termasuk peserta yang mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat.
Pada tahun sebelumnya, Disnakertrans Banten menyelenggarakan pelatihan dalam tiga gelombang dengan jumlah peserta sekitar 200 orang pada setiap angkatan.
"Ada 13 kejuruan yang bisa dipilih dalam pelatihan ini," kata Septo.
Enam Program Pelatihan Dibuka Mulai 1 JuliKepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Banten, Mohamad Bayuni, menjelaskan sebanyak 96 peserta telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan tes untuk mengikuti pelatihan gelombang pertama tahun 2026.
"Jumlah siswa yang lolos seleksi dan akan mulai mengikuti pelatihan pada 1 Juli sebanyak 96 orang, terbagi dalam enam bidang pelatihan," ungkap Bayuni.
Enam program pelatihan yang dibuka meliputi juru las 1 GMAW, juru las 1 SMAW, bahasa Jepang, kecantikan kulit, pengoperasian menjahit, dan TIK Advance Office Operator.
Masing-masing program pelatihan diikuti oleh 16 peserta sehingga total peserta mencapai 96 orang.
Saat ini seluruh peserta yang telah lolos seleksi sedang menjalani proses registrasi ulang di kantor UPTD Latihan Kerja Provinsi Banten.
"Saat ini dalam proses registrasi ulang untuk semua peserta pelatihan yang lolos seleksi dan akan mengikuti pelatihan di kantor UPTD Latker Provinsi Banten," ujar Bayuni.




