JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, mengakui ada kekurangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP). Namun demikian, bukan berarti harus menghentikan kedua program tersebut.
Yandri menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya pro dan kontra terhadap kedua program tersebut, termasuk aksi unjuk rasa yang menolak program itu.
Menurut Yandri, pemerintah sangat menghargai aspirasi, saran, maupun kritik yang disampaikan terkait kedua program itu.
Baca Juga: 10 Asosiaasi Perangkat Desa Dukung Program MBG dan Koperasi Merah Putih
“Pemerintah tidak menutup diri. Siapa pun anak bangsa termasuk mahasiswa untuk memberikan masukan yang konstruktif untuk perbaikan yang lebih sempurna lagi, karena memang program Bapak Presiden ini sangat besar dan masif menyentuh jutaan orang,” kata dia di kantornya, Selasa (23/6/2026), dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Ia menyampaikan, memang perlu ada kolaborasi dalam pelaksaan program yang besar seperti MBG dan KDKMP tersebut.
Yandri mengakui pasti ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Karena itu, upaya dan yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi serta penyempurnaan.
“Bahwa ada kekurangan, iya, tidak mungkin namanya manusia tidak punya kekurangan. Nah, kami sampaikan di mana-mana bilamana ada kekurangan, yang kekurangan itu yang kita sempurnakan, bukan berarti programnya yang disetop atau yang dihentikan,” ucapnya.
Ia meganalogikan ketidaksempurnaan tersebut dengan pohon durian berbuah seribu, yang beberapa di antaranya busuk atau kurang baik. Maka, buah yang kurang baik itulah yang dibuang, bukan menebang pohonnya.
“Maka buah durian yang kurang bagus atau yang busuk ini yang disingkirkan, yang dibuang, yang lain dipelihara dan dijaga, dirawat,” ujarnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- makan bergizi gratis
- mbg
- koperasi desa merah putih
- kdkmp
- yandri susanto





