Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memanfaatkan momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk memperkenalkan potensi investasi, budaya, dan kuliner Kota Makassar kepada dunia internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat Gala Dinner Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Fort Rotterdam, Makassar, Selasa 23 Juni 2026 malam.

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh nuansa budaya itu dihadiri para duta besar, anggota korps diplomatik, konsul jenderal, serta delegasi dari 28 negara yang mengikuti rangkaian kegiatan IGS 2026 di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Makassar tidak hanya dikenal sebagai kota dengan kekayaan kuliner yang beragam, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan gerbang Kawasan Timur Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama internasional.

“Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam. Ini adalah perayaan persahabatan, budaya, dan diplomasi melalui gastronomi. Kami berharap para delegasi dapat mengenal Makassar tidak hanya dari cita rasa kulinernya, tetapi juga melihat potensi besar yang dimiliki kota ini,” ujar orang nomor satu di kota berjuluk Anging Mammiri ini.

Menurutnya, Makassar memiliki kekayaan sejarah, budaya, inovasi, serta peluang investasi yang terus berkembang. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan forum internasional seperti IGS untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kemitraan dengan berbagai negara.

“Melalui Business Forum, city tour, dan berbagai pengalaman budaya yang kami siapkan, kami ingin menunjukkan bahwa Makassar merupakan gerbang Kawasan Timur Indonesia sekaligus pusat perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan investasi yang semakin diperhitungkan,” katanya.

Munafri juga mengajak seluruh delegasi internasional untuk menikmati keramahan masyarakat Makassar serta mengenal lebih dekat warisan kuliner khas Sulawesi Selatan yang telah menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, mengatakan Indonesia Gastrodiplomacy Series telah berkembang menjadi instrumen diplomasi yang efektif dalam memperkuat hubungan antarbangsa.

Menurut Heru, gastrodiplomasi kini tidak lagi sekadar menjadi ajang promosi makanan, melainkan telah menjadi platform yang mempertemukan pemerintah daerah, komunitas, pelaku industri kreatif, serta mitra internasional dalam membangun kerja sama yang lebih luas.

“Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series, kami memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Makassar dipilih karena memiliki kombinasi yang lengkap antara dinamika ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan keunggulan kuliner,” ujar Heru.

Ia menambahkan, sinergi antara Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Kota Makassar menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global.

“Kemitraan yang kuat antara Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Kota Makassar menunjukkan bagaimana pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan bersama untuk memperkuat keterlibatan Indonesia di tingkat internasional,” ungkapnya.

Heru juga menyampaikan apresiasi kepada para duta besar, anggota korps diplomatik, dan konsul jenderal yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran delegasi dari 28 negara dinilai menjadi bukti eratnya hubungan persahabatan Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Selama berada di Makassar, para peserta dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, mulai dari forum bisnis, kunjungan destinasi wisata dan sejarah, hingga eksplorasi kuliner khas Sulawesi Selatan seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, dan berbagai olahan hasil laut.

Menurut Heru, setiap sajian kuliner yang diperkenalkan dalam IGS membawa cerita, nilai budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

“Setiap hidangan memiliki cerita, setiap cita rasa membawa warisan budaya, dan setiap meja kebersamaan menciptakan peluang untuk mempererat pemahaman antarbangsa,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Luar Negeri RI berharap diplomasi budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi, investasi, pariwisata, dan budaya Makassar kepada dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungi Madura, Prabowo Disambut Meriah Ribuan Warga di Sampang
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
BNPB: Pembangunan Huntara dan Huntap Pascabencana Sumatra Dipercepat
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi Sampaikan Terima Kasih
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Dorong Penguatan Akses Pendidikan, Ketua Umum Seruni KMP Bantu Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Kupang
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 23 Juni Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,408 Juta per Gram
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.