jpnn.com - Wakil Rektor III UBK Daniel Panda mengungkap tujuan penyuap ketika memberikan duit kepada Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin.
Hal demikian dikatakan dia melalui konferensi pers di Gedung UBK, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Selasa (23/6).
BACA JUGA: Sempat Ditemui Wapres, Ketua BEM FH UBK Mengaku Terima Suap, Duitnya dari Polisi
Mulanya, Panda mengatakan Abdi telah diperiksa pihak rektorat UBK setelah heboh yang bersangkutan menerima suap usai bertemu Wapres RI Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6) kemarin.
Panda mengatakan Abdi mengakui menerima Rp 20 juta dan sebagian uang diserahkan ke mahasiswa dan pengurus BEM FH dan Fakultas Ekonomi UBK.
BACA JUGA: Polisi Rilis Foto DPO Pelaku Penyiksaan Perempuan di Bandung, Nih Tampangnya
"Dari pengakuan beliau, uang tersebut diserahkan kepada beberapa mahasiswa atau pengurus BEM Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, serta beberapa mahasiswa lainnya," ujar Panda, Selasa.
Dia mengatakan uang suap Rp 20 juta diberikan alumnus UBK yang duitnya disebut bersumber dari polisi.
BACA JUGA: Pengakuan Pengemudi BMW yang Tabrak Lari Ojol di Meruya, Oalah
Panda mengatakan penyuap ingin mahasiswa tidak berdemonstrasi ke Istana Negara, Senin kemarin dan meminta unjuk rasa dialihkan ke DPR RI.
"Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI," katanya.
Panda mengatakan Abdi telah dinonaktifkan sebagai Ketua BEM FH UBK setelah heboh menerima suap dari polisi.
"Ya, yang bersangkutan tidak lagi dapat mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua BEM (FH UBK, red) sampai proses investigasi ini selesai," kata dia.
Diketahui, Abdi bersama rekan-rekan mahasiswa dari UBK sempat diterima Wapres Gibran di Jakarta, Senin (15/6) kemarin.
Mahasiswa diterima Gibran setelah berdemonstrasi membawa beberapa tuntutan, seperti evaluasi harga BBM, stabilitas ekonomi, dan kaji ulang program MBG.
Mahasiswa UBK dalam keterangan yang diunggah di Instagram akun @bemfhubk dan @bemfisip_ubk pada Selasa ini, mengungkap lima nama yang diduga menerima suap.
Selain Abdi, mereka yang menerima suap ialah Wakil Ketua BEM FH UBK Rafly Maulana Akbar, pengurus BEM FH Mubarak Tuasamu, Ketua BEM FEB UBK Pujiono, dan Wakil Ketua BEM FEB Muhammad Rafli Bastian.(ast/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




