JAKARTA, DISWAY.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami proyek pengadaan CCTV yang diduga fiktif dalam kasus dugaan korupsi tata kelola makan bergizi gratis (MBG).
“Untuk pengadaan CCTV memang sedang kami cek ya, sedang kami cek,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, Selasa, 23 Juni 2026.
BACA JUGA:Siswi SMAN 6 Tewas Tersangkut Kabel, Kenneth Minta Revitalisasi Utilitas di Jakarta
Tak hanya itu, Kejagung mengaku tengah mempelajari soal nama-nama yang sebelumnya sempat dibocorkan Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi MBG di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sedangkan nama-nama itu juga sedang kami pelajari ya. Nama-nama itu sedang kami pelajari apakah eh hal itu merupakan suatu tindak pidana ya,” ujarnya.
“Atau penyimpangan lain, atau sesuatu yang lain yang lebih besar. Itu yang sedang kami dalami dalam penyidikan ini,” sambung Syarief.
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Ungkap 2 Proyek Fiktif Terkait Kasus MB
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkap terdapat dua proyek pengadaan yang diduga fiktif dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025–2026.
BACA JUGA:Ketua BEM FH UBK Ngaku Diberi Rp20 Juta oleh Polisi, Polda Metro: Siapa Polisinya?
Kedua proyek itu ialah pengadaan kamera pengawas (CCTV) dan pengadaan alat finger print atau pemindai sidik jadi yang seluruhnya secara sewa.
Hal itu diungkapkan kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.
"Nah, tapi ada lagi yang lebih menarik, tadi Pak Sony mengungkap yang lebih besar daripada kerugian negara. Apa? Jadi, sebelum Pak Sony masuk, itu ada kontrak yang namanya CCTV dengan pengadaan sidik jari," ungkap Krisna kepada wartawan.
Menurut dia, CCTV itu untuk dipasang di tiap titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG sebanyak lima unit.
Sementara totalnya sebanyak 5.000 unit CCTV yang menelan anggaran sebesar Rp 300 miliar.
"Jadi, NGN itu meng-outsourcing kepada sebuah vendor dengan pengadaan itu totalnya sekitar Rp 300 miliar lebih. Dengan 5.000 titik, 5.000 SPPG yang harus dipasang CCTV dan sidik jari," imbuhnya.
- 1
- 2
- »




