Sampah di Kali Gendong Jakut Disebut Bukan Hanya dari Warga Setempat

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga bantaran Kali Gendong, RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeklaim bahwa tumpukan sampah yang sempat memenuhi aliran kali tersebut tidak hanya berasal dari penghuni lingkungan setempat, tetapi juga dari warga luar kawasan.

Slamet (40), salah seorang warga sekitar Kali Gendong, mengatakan banyak orang dari luar lingkungan yang ikut membuang sampah ke Kali Gendong saat melintas.

"Bukan warga sini doang. Bawa motor pas lewat lempar-lempar, soalnya tempat sampahnya enggak ada. Enggak ada gerobak sampah," kata dia saat ditemui Kompas.com di lokasi pada Selasa (23/6/2026).

Baca juga: Kampus UBK Siapkan Sanksi Usai Ketua BEM Akui Terima Uang Rp 20 Juta

Menurut Slamet, sampah yang menumpuk di kali merupakan campuran antara sampah warga sekitar dan sampah dari luar kawasan.

"Jadi ini bukan sampah dari sini aja. Tapi dari sana (arah Waduk Pluit) dan dari seberang ke sini jadi satu," ujar dia.

Ia menilai, kondisi penumpukan sampah yang sempat viral membuat warga sekitar kerap disalahkan, padahal persoalan tersebut juga dipengaruhi keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di wilayah itu.

Slamet berharap viralnya kondisi Kali Gendong dapat menjadi momentum perbaikan fasilitas persampahan di lingkungannya.

"(Harapannya) satu tempat sampah oke ada. Keduanya petugasnya juga ada. Jangan nyalah-nyalahin karena sampai saat ini juga memang kenyataannya (dua hal tersebut) enggak ada," ucap Slamet.

Warga lainnya, Avi (bukan nama sebenarnya), juga mengatakan fasilitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut masih terbatas.

Baca juga: Kebakaran Toko Material di Setiabudi Jaksel Padam, Damkar Sempat Terkendala Sumber Air

Ia menilai tempat sampah yang pernah tersedia tidak mampu menampung volume sampah, terlebih kawasan itu merupakan permukiman padat penduduk.

"Sekarang juga enggak ada baknya. Dulu ada yang tiga warna organik itu cuma tempat sampahnya tuh kecil, enggak cukup. Ya wilayah kita kan sepadat dan seramai ini ya," kata dia kepada Kompas.com, Selasa.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih membuang sampah ke aliran Kali Gendong.

"Bukan enggak ada tempat, dulu di sini dan di depan sana ada. Kuning tuh (menunjuk) kotak kuning, ada tempatnya, tapi enggak ada yang ngambil karena beda petugas. Kalau dibuang ke laut (kali), tiap hari diambilin," tambah dia.

Sebelumnya, tumpukan sampah di Kali Gendong, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, viral di media sosial.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam video yang beredar, terlihat sampah memenuhi aliran kali. Video tersebut juga memperlihatkan seorang warga membuang sampah ke kali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Buka-bukaan soal Anggaran Rp 9,9 Triliun Chromebook
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
5 Benda di Rumah yang Paling Sering Tertelan Balita, Orang Tua Wajib Waspada
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Zodiak yang Paling Susah Memaafkan Orang Lain
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Olivia Rodrigo: Musik Adalah Tempat Berlindung dari Masa Kecilku yang Sunyi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Debu Kilang Baru Balikpapan Resahkan Warga, Pertamina Buka Suara
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.